Berita

Kubah Lava Barat Daya Merapi Alami Peningkatan Ketinggian

Oleh : Rahman / Jumat, 27 Agustus 2021 17:01
Kubah Lava Barat Daya Merapi Alami Peningkatan Ketinggian
Gunung Merapi terlihat cerah dari Lapangan Pluyon, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Minggu (15/8)-Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan, telah terjadi perubahan morfologi pada Gunung Merapi dalam sepekan ini.

“Teramati adanya perubahan morfologi pada kubah lava barat daya, yaitu ketinggian kubah yang bertambah sekitar 3 meter,” ujar Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, dalam laporan mingguan perkembangan Gunung Merapi periode 20-26 Agustus 2021, Jumat (27/8).

Ada dua kubah yang dipantau perkembangannya oleh BPPTKG pada pekan ini, yaitu kubah barat daya yang letaknya di atas sisa erupsi tahun 1997 dan kubah tengah yang mulai muncul sejak Februari 2021.

Saat ini volume kubah lava di barat daya sebesar 1.400.000 m3, sedangkan untuk kubah di tengah sebesar 2.831.000  m3. Kubah lava barat daya

"Perubahan morfologi yang terjadi adalah pada bagian atas kubah lava barat daya. Kubah tersebut merupakan lokasi ekstruksi magma aktif saat ini," jelasnya.

Perubahan morfologi diamati dari tiga stasiun kamera pemantauan, yaitu Deles 5 di Klaten, Tunggularum di Sleman dan Babadan di Muntilan, Jawa Tengah.

Hanik menambahkan, pengamatan perubahan kubah tersebut dilakukan pada 25 Agustus 2021 dengan bantuan drone. “Dari peningkatan tersebut secara umum kedua kubah masih terbilang relatif tetap dan aman,” tambahnya.

Dalam laporan mingguanya, BPPTKG juga mencatat data kegempaan dan aktivitas vulkanik salah satu gunung teraktif di dunia tersebut.

Untuk pekan ini Gunung Merapi mengalami dua kali awan panas guguran (APG) yang mengarah ke barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter.

“Guguran lava juga teramati sebanyak 211 kali pada minggu ini. Jarak luncur sekitar 2.000 meter dan mengarah ke barat daya, sama dengan arah kedua APG,” ungkapnya.

Sedangkan untuk data kegempaan pada minggu ini adalah dua kali gempa awan panas guguran (APG), satu kali gempa vulkanik dangkal, 15 kali gempa low  frekuensi, 19  kali gempa  fase banyak, 1.973  kali  gempa guguran, 100 kali gempa hembusan, dan 5 kali gempa tektonik.

Dari data kegempaan tersebut, Hanik menyimpulkan, untuk minggu ini intensitas kegempaan Gunung Merapi pada minggu ini lebih rendah dibandingkan minggu lalu.

Untuk deformasi Merapi yang dipantau dengan menggunakan alat EDM dan GPS pada minggu  ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

Hingga saat ini status Gunung Merapi masih pada tingkat Siaga atau Level III dan potensi bahaya masih berupa awan panas guguran, lava pijar dan lontaran material dampak terjadinya erupsi efusif


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SWADESI ADHILOKA

    SWADESI ADHILOKA

    Handayani FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini