Gudeg.net- Ribuan mahasiswa perantauan DIY mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan di Sasono Hinggil Dwi Abad, Alun-alun Selatan Keraton Yogyakarta, Senin (30/8).
Kegiatan vaksinasi yang diinisiasi oleh Gerakan Kemanusiaan Republik Indonesia (GKRI) dan Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) ini diikuti kurang lebih 2.000 orang mahasiswa.
Mengangkat tajuk Vaksinasi Bhinneka Tunggal, para mahasiswa hadir dengan mengenakan pakaian adat dari daerah mereka berasal.

“Kami ingin menampilkan rasa ke-Bhineka Tunggal Ika-an dengan menggunakan baju adat lengkap dari asal teman-teman mahasiswa namun tidak mewajibkan, bagi yang ingin saja,” ujar Ketua AMAN Arie Prasetyowati di lokasi vaksinasi, di hari yang sama.
Sejumlah perwakilan mahasiswa yang memakai pakaian adat lengkap di antaranya berasal dari daerah Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Jambi, Riau, Bone Sulawesi Selatan (Sulsel), Pinrang Sulsel, Papua, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Timu (NTT).
Arie menjelaskan, vaksinasi sangat penting bagi mahasiswa karena telah menjadi salah satu syarat untuk dapat mengikuti perkuliahan maupun kepentingan lainnya.
“Saat ini vaksin menjadi salah satu syarat berkegiatan di kampus dan selain itu sebagai pelengkap persyaratan dokumen jika para mahasiswa ini pulang ke daerahnya masing-masing, ini sangat penting,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran GKRI sangat membantu sebagai perpanjangan tangan untuk mendapatkan vaksinasi. “Kami akhirnya bertemu dengan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas untuk mendapatkan kuota vaksin dan bersyukur akhirnya dapat terpenuhi,” tambahnya.

Vaksinasi yang digelar hingga hari Selasa (31/8) ini menggunakan vaksin Sinovac dan diikuti juga oleh masyarakat umum, tidak terbatas hanya mahasiswa perantauan saja.
Salah satu peserta, Tirto yang mewakili AMAN menyampaikan rasa terimakasihnya kepada GKRI atas kesempatan untuk mendapatkan vaksinasi.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada GKRI atas kegiatan ini, karena vaksinasi sangat penting bagi kami. Selain untuk menghindari dari paparan Covid-19, vaksinasi juga untuk syarat kuliah,” kata mahasiwa asal Jambi itu.
Sementara itu, Pembina GKRI Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengungkapkan, vaksinasi sangat dibutuhkan oleh mahasiswa, selain itu mereka merupakan generasi masa depan Indonesia yang harus bebas dari Covid-19.
“Mudah-mudahan, vaksinasi ini dapat melindungi adik-adik mahasiswa dari paparan Covid-19 dan semoga semua mahasiswa di Yogya dapat tervaksin,” ungkapnya.

GKR Hemas juga meminta kepada seluruh mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. “Bagi yang belum divaksin, ayo vaksin dan manfaatkan layanan ini karena masih ada sampai besok,” katanya.
Untuk memeriahkan kegiatan ini dihadirkan juga defile bregada dari Paguyuban Bregada DIY, penampilan musik Jawa Barat dan tarian Bali. Seluruhnya rangkaian vaksinasi diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan.




Kirim Komentar