Gudeg.net- Sekumpulan orang mengenakan batik lurik menggelar tradisi bancakan memperingati 9 Tahun Keistimewaan ke-9 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di kawasan Titik Nol Yogyakarta, Selasa (31/8).
Mereka tergabung dalam Forum Warga Yogyakarta (FWY) yang terdiri dari pelaku usaha kecil, pedagang kaki lima (PKL) dan sejumlah pekerja infromal.
Tradisi ini diawali dengan arak-arakan, mulai dari gerbang pintu utara Keraton Yogyakarta hingga persimpangan Titik Nol Yogyakarta.
Sebelum bancakan yang berisikan nasi putih, urap aneka sayuran dan parutan kelapa berbumbu tersebut dibagikan, sempat diadakan sejumlah doa dan ritual lainnya.

Namun tidak hanya bancakan saja yang dibawa, nasi tumpeng juga diikut sertakan sebagai syarat sebuah syukuran atau kenduri.
“Ini adalah cara kami memperingati Hari Keistimewaan DIY yang ke-9 dan bancakan ini akan kami bagikan bagi seluruh warga yang ada di sekitar Titik Nol ini,” ujar Juru Bicara FWR, Denta Julian di Titik Nol Yogyakarta, di hari yang sama.
Ketika ritual dan doa dilakukan, sempat mengundang perhatian warga dan tidak sedikit dari pengendara yang memelankan laju kendaraannya.

Setelah didoakan, sekitar pukul 13.00 WIB nasi bacakan mulai membagikan kepada pengendara kendaraan roda empat dan dua yang melintasi di kawasan tersebut.
Denta menjelaskan, bancakan ini sengaja dibagikan kepada masyarakat karena di saat pandemi ini banyak orang yang kekurangan makan.
“Selain syukuran, tradisi ini juga kami tujukan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) DIY. Ini sindiran bagi pemerintah, karena semakin tidak perduli akan masyarakat, terlebih di saat pandemi seperti sekarang ini,” jelasnya.

FWY juga sempat melakukan orasi dan menggelar sejumlah poster yang berisikan sindiran kepada Pemda DIY terkait Hari Keistimewaan dan Dana Keistimewaan (Danais) DIY.
Namun aksi tersebut tetap berjalan dengan damai dan tidak membuat keresahan kepada masyarakat sekitarnya.
Denta berharap, di Hari Keistimewaan ini, pemerintah dapat lebih perduli dan tidak hanyak memikirkan diri sendiri karena masih banyak masyarakat yang kesusahan terlebih di situasi pandemi Covid-19 ini.

“Semoga pemerintah mendengar akan ini, gunakan Danais untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan sendiri. Saat ini masyarakat butuh bantuan dan solusi dan jangan dipersulit,,” harapnya.




Kirim Komentar