Berita

Smart Vaccine Tube Milik UGM Bisa Bawa Vaksin Hingga Daerah Terpencil

Oleh : Rahman / Rabu, 01 September 2021 14:09
Smart Vaccine Tube Milik UGM Bisa Bawa Vaksin Hingga Daerah Terpencil
Tim Pengembang alat penyimpanan vaksin Covid-19, Smart Vaccine Tube. (ist).

Gudeg.net- Mahasiwa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembangkan alat penyimpanan vaksin Covid-19 yang diberi nama Smart Vaccine Tube.

Smart Vaccine Tube dikembangkan oleh lima orang mahasiswa, yaitu Muhammad Rizqiansyah (Teknik Fisika), Ananda Fikri Nugroho (Teknik Fisika), Devara Zain Al Adid (Teknik Elektro), Kaninda Khairunnisa (Teknik Fisika ), dan Fauzian Sekar Indrasyah (Farmasi).

Alat penyimpanan vaksin Covid-19 tersebut dapat menyimpan vaksin tetap aman, terlebih saat akan dibawa ke daerah terpencil.

“Tujuan alat dikembangkan ini agar dapat mempercepat akselerasi program vaksinasi nasional terutama ke daerah terpencil, seperti daerah 3T, terluar, tertinggal, terdepan,” jelas Ketua Tim Pengembang Smart Vaccine Tube Muhammad Rizqiansyah, melalui keterangna tertulisnya, Rabu (1/9).

Smart Vaccine Tube berbahan aluminium bubble foil dan sterofoam yang mengadop teknologi berbasis Superthermos.

Alat ini juga dirancang memiliki empat lapisa atau layer dari luar sedangkan untuk pengaturan suhu pendingin dalam kotak menggunakan Peltier. Pada bagian penutup terdapat LCD dan indikator LED yang berfungsi untuk memonitoring temperatur suhu dalam kotak.

Ada tiga warna pada Indikator LED yang akan membedakan temperatur suhu, yaitu warna hijau jika temperatur dalam kotak berada diantara 2,5-7,5oC, kuning jika temperatur berada diantara 2-2,5oC atau 7,5-8oC dan warna merah jika temperatur dalam kotak di luar suhu 2-8oC.

Rizqiansyah mengungkapkan, wadah vaksin dibuat dengan menggunakan teknologi 3D printing yang berfungsi sebagai dudukan vaksin agar terhindar dari goncangan selama pendistribusian.

“Perlu diketahui juga, pembuatan Smart Vaccine Tube ini menghabiskan biaya yang terjangkau dengan karakteristik penyimpanan cukup lama sekaligus hemat energi,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan bantuan alat ini jumlah target sasaran vaksinasi di Indonesia dapat tercapai terutama untuk daerah 3T dapat tercapai agar terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM



    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini