Gudeg.net- Pemerintah Daerah (Pemda ) DIY menutup tiga lokasi isolasi terpusat (ISOTER) Covid-19. Penutupan dilakukan karena Pemda menilai kasus Covid-19 DIY telah mengalami penurunan yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan bulan Juli-Agustus yang lalu.
“Penutupan dilakukan karena trend kasus Covid-19 DIY terus mengalami penurunan beberapa waktu belakangan ini dan telah digelar juga apel penutupan secara resminya,” ujar Wakil Ketua Sekretariat Satuan Tugas Covid-19 DIY Biwara Yuswantana saat dihubungi Gudegnet, Selasa (5/10).
Biwara menjelaskan, ketiga lokasi isoter yang telah ditutup adalah Rusun Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Rusun Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).
Penutupan dilakukan setelah menjalani sejumlah rangkaian evaluasi bersama pihak Satgas Covid-19 DIY, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak terkait lainnnya.
“Penutupan sudah sesuai dengan prosedur, rapat evaluasi bersama seluruh pihak terkait penanganan Covid-19 DIY,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebelum menutup lokasi isoter, pihaknya telah melakukan sejumlah kajian, seperti terkait kajian epidemiologis dengan melihat kondisi penanganan Covid-19 DIY saat ini.
“Untuk isoter masih ada yang dibuka, yaitu isoter yang berada dalam kendali Dinas Sosial DIY dan di sejumlah Kabupaten,” tambahnya.
Sementara itu, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Gudegnet, Senin (4/10) Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan, sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 telah kembali kepada fungsinya.
“Rumah sakit rujukan telah mengubah fungsinya menjadi rumah sakit reguler bagi masyarakat atau untuk pelayanan rumah sakit seperti biasa,” kata dia.
Namun, Sekda juga memastikan, pihaknya masih menyiapkan beberapa lokasi isoter bila sewaktu-waktu masyarakat membutuhkan, seperti Asrama Haji, rumah sakit darurat Covid-19 di Bambanglipuro Bantul dan isoter di Jalan Veteran Yogyakarta.




Kirim Komentar