Gudeg.net- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman masih mengaktifkan tiga selter isolasi terpusat (isoter) pasien Covid-19 walaupun angka kasus Covid-19 terus alami penurunan.
Tiga lokasi isoter tersebut adalah Asrama Haji Yogyakarta, Rusunawa Gemawang dan isoter Universitas Islam Indonesia (UII).
“Walaupun trend kasus Covid-19 di Sleman menurun, kami tetap mengaktifkan tiga selter untuk berjaga-jaga jika dibutuhkan,” ujar Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi saat dihubungi Gudegnet, Selasa (5/10).
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman mencatat, hingga saat ini ketiga isoter tersebut hanya diisi oleh sedikit pasien Covid-19.
Dari data terakhir, Shavitri menjelaskan hanya isoter Asrama Haji yang terisi dan itupun hanya satu orang pasien saja.
“Bila nanti benar-benar tidak diutuhkan, perampingan isoter akan dilakukan. Maksimal hanya diaktifkan dua isoter saja ke depannya,” jelasnya.
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan, penambahan kasus terkonfirmasi positif Kabupaten Sleman hari ini berada dibawah 20 kasus.
“Hari ini penambahan kasus positif Sleman berjumlah 16 kasus, sedangkan untuk penambahan kasus sembuh sebanyak 31 kasus,” ungkap perempuan yang akrab disapa Evi itu.
Satgas Penanganan Covid-19 DIY juga merilis angka penambahan kasus Covid-19 DIY hari ini, yaitu bertambah sebanyak 50 kasus.
“Dengan penambahan kasus tersebut, maka jumlah total kasus terkonfrmasi positif di seluruh DIY berjumlah 155.097 kasus,” ungkap Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Protokol (UHP) DIY, Ditya Nanaryo Aji dalam keterangan tertulisnya, di hari yang sama.
Distribusi kasus positif menurut domisili wilayah adalah Kota Yogyakarta 3 kasus, Kabupaten Bantul 16 kasus, Kabupaten Kulonprogo 7 kasus, Kabupaten Gunungkidul 8 kasus dan Kabupaten Sleman 16 kasus.
Sedangkan untuk penambahan kasus sembuh DIY, hari ini bertambah 114 kasus dengan penambahan tertinggi berasal dari Kabupaten Bantul sebanyak 52 kasus.
“Penambahan kasus sembuh cukup tinggi juga terjadi di Kabupaten Sleman yaitu sebanyak 31 kasus,” tambahnya.
Penyebaran kasus sembuh menurut domisili wilayah adalah Kota Yogyakarta 11 kasus, Kabupaten Kulonprogo 3 kasus, dan Kabupaten Gunungkidul 17 kasus.




Kirim Komentar