Gudeg.net- Hingga siang ini, Rabu (6/10) Gunung Merapi telah memuntahkan 6 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur sejauh 1.500 meter mengarah ke barat.
“Karena tertutup mendung maka guguran lava pijar tidak dapat teramati dengan jelas,” ujar salah satu anggota Tim Penyusun Laporan Harian Perkembangan Gunung Merapi BPPTKG , Rachman Widyo Laksono pada grup whatsapp Media Merapi, di hari yang sama.
Sedangkan untuk cuaca di Gunung Merapi hingga siang ini berawan dan mendung. Angin betiup lemah ke arah timur dan barat dan suhu berkisar antara 19-29 °C.
Dalam laporan yang sama periode pengamatan pukul 00.00 WIB-12.00 WIB BPPTKG mencatat, telah terjadi sekitar 48 kali gempa guguran dengan amplitudo berkisar 3-19 milimeter dengan durasi maksimum 28-151 detik.
Gempa Hembusan sebanyak 10 kali dengan amplitudo 3-10 milimeter berdurasi sekitar 5-25 detik, gempa fase banyak atau hybrid sebanyak 45 kali beramplitudo 3-8 milimter dengan durasi 7-13 detik.
“Selain itu terjadi juga gempa low frekuensi sebanyak satu kali beramplitudo 10 milimeter dengan durasi 8-12 detik," jelasnya.
Sementara itu, BBPTKG juga melaporkan adaya penambahan ketinggian kubah lava barat daya sekitar 1 meter. Volume kubah lava barat daya saat ini sebesar 1.630.000 m3 dan kubah tengah sebesar 2.854.000 m3.
BPPTKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan akan terjadinya potensi bahaya, baik berupa guguran lava dan awanpanas maupun lontaran material dari puncak gunung.
Potensi bahaya pada sektor Tenggara-Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro, dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga sejak November 2020 lalu.




Kirim Komentar