Gudeg.net- Badan Geologi Kementrian ESDM memperbaharui rekomendasi jarak potensi bahaya Gunung Merapi pada sektor barat daya. Pembaruan ini karena terjadi peningkatan aktivitas erupsi efusif yang berdampak pada berubahnya struktur topografi lereng Gunung Merapi.
Pembaharuan rekomendasi jarak tersebut berlaku untuk sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Bedog, Sungai Krasak dan Bebeng yang awalnya 5 kilometer menjadi 7 kilometer. Untuk Sungai Boyong masih berjarak aman 5 kilometer.
Sedangkan untuk sektor tenggara meliputi Sungai Woro masih sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer.
Namun untuk potensi bahaya lontaran materal vulkanik Gunung Merapi masih berjarak sekitar 3 kilometer. “Bila terjadi letusan eksplosif,” jelas Kepala GeologI Kementerian ESDM, Eko Budi Lelono dalam siaran pers yang diterima Gudegnet, Kamis (27/1).
Hasil analisis Badan Geologi mencatat, kubah lava tengan dan barat daya terus mengalami pertumbuhan dengan laju rata-rata perhari 5.000 meter kubik dan 10.000 meter kubik.
Volume kubah lava tengah saat ini sebesar 3.007.000 meter kubik dan kubah lava barat daya sebesar 1.670.000 meter kubik. “Untuk analisis dari drone, saat ini guguran lava dan awan panas bersumber pada bagian atas kiri kubah lava barat daya yang merupakan pusat ekstruksi magma saat ini,” tuturnya.
Ia menambahkan, saat ini terjadi juga penumpukan material guguran dan awan panas pada hulu-hulu sungai sektor barat daya.
"Status aktivitas Merapi masih dalam tingkat Siaga atau Level III,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan jika sewaktu-waktu terjadi erupsi eksplosif.
“Hindari beraktivitas pada aliran sungai yang berhulu dari Gununf Merapi dan hindari banjir lahar dingin jika terjadi hujan,” imbaunya.




Kirim Komentar