Gudeg.net- Pembongkaran sejumlah kios semi permanen pedagang kaki lima (PKL) sepatu di Jalan Mataram bertujuan untuk akses menuju Teras Malioboro II (bekas lahan Dinas Pariswisata DIY).
Nantinya di lahan tersebut akan dibangun pintu keluar masuk bagi pengunjung yang datang dari sisi timur Teras Malioboro II (Jalan Mataram).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Hari Setya Wacana mengatakan, akses akan segera dibangun jika lokasi sudah bersih.
“Targetnya hari ini ini ‘clear’ dan bisa langsung dikerjakan pembangunan aksesnya,” ujar Hari Setya Wacana saat diihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (28/1).
Ia menjelaskan, sedari awal Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memang merencanakan membuka dua pintu masuk akses ke Teras Maliobro II.
“Jadi nanti aksesnya ada dua, dari Malioboro dan Mataram,” jelasnya.
Menurutnya, Pemkot masih memberikan kelonggaran bagi PKL di Jalan Mataram untuk membereskan padangannya dan akan mengisi Teras Maloboro I.
Sementara itu, dalam keterangan tertulis Asisten Umum Setda Kota Yogyakarta, Kris Sutejo menyampaikan, penataan PKL ini tidak akan mengubah Malioboro sebagai salah satu tujuan destinasi wisata.
Ini adalah cara untuk mengembalikan fungsi pedestrian yang didedikasikan bagi kenyamanan pejalan kaki, baik masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogyakarta.
Terutama juga bagi kaum difabel, agar dapat merasakan berjalan kaki dengan aman, nyaman serta ramah lingkungan.
“Sebagai salah satu destinasi utama wisata di Kota Jogja, kiranya penataan yang dilaksanakan ini tidak akan menghilangkan ciri khas dari Malioboro itu sendiri, yaitu keramahan, keunikan, serta beragam keindahan berbagai kerajinan dan kuliner yang dijajakan oleh pedagang,” kata dia.
Ia berharap, penataan ini justru akan membuat PKL menjadi aman dan nyaman. Selain itu juga dapat meningkatkan status para PKL menjadi trade mark daya tarik utama para wisatawan ke Kota Yogyakarta.




Kirim Komentar