Gudeg.net- Aksi kepedulian atas insiden kecelakaan yang terjadi beberapa hari lalu, sejumlah komunitas memasang 1.000 ban bekas di Bukit Bego, Mangunan, Imogiri, Bantul.
Tujuannya pemasangan ban bekas ini untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lebih fatal di lokasi dengan kontur jalan menurun tersebut.
“Ini aksi dan wujud keprihatinan kami atas kecelakaan yang terjadi beberapa hari lalu dan banyak memakan korban. Ini spontan kami lakukan,” ujar Agus Ungu salah satu anggota Komunitas Trail Bantul IOF 2X1 DIY di lokasi pemasangan, Selasa (8/2).
Rencananya ribuan ban bekas tersebut akan dipasang di sepanjang selokan tebing batu di Bukit Bego. Nantinya ban akan berfungsi sebagai penahan jika ada kendaraan mengalami rem blong.

Agus menjelaskan, kebanyakan kendaraan yang mengalami kerusakan rem selalu bermanuver menabrakkan ke gundukan tanah di sisi utara bukit.
“Di sekitar Bukit Bego jalan memang menurun dan cukup panjang, hal itulah yang membuat kendaraan terutama bus tidak dapat mengendalikan laju kendaraan,” jelasnya.
Meskipun spontan, gerakan ini banyak mendapatkan perhatian karena sebelumnya Komunitas Trail Bantul IOF 2X1 DIY mengajak masyarakat untuk menyumbangkan ban bekas melalui media sosial.

Agus mengungkapkan, ajakan di medsos dilakukan sejak Senin (7/2) malam dan banyak direspon oleh sejumlah kalangan komunitas serta masyarakat yang perduli.
Dari pantauan Gudegnet di lokasi, hingga sore pengiriman ban bekas dari sejumlah daerah terus berdatangan, ada yang menggunakan truk dan kendaraan bak terbuka.
“Ini sudah banyak yang kirim ban bekas. Ada yang dari Sleman, Gunungkidul bahkan kami sampai menolak karena takutnya berlebihan dan tidak terpakai,” ungkapnya.

Sebelum melakukan pemasanga ban bekas ini, pihak komunitas telah berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul dan Kepolisian.
“Rencananya pemasangan dibantu pihak terkait dan akan dimulai pada sore hari ini hingga selesai dan bisa selesai beberapa hari ke depan,” tambahnya.
Agus dan anggota komunitas lainnya berharap, gerakan ini dapat bermanfaat bagi kendaraan besar maupun kecil yang mengalami gangguan mesin ketika menurunin kawasan Buki Bego.
“Semoga aksi inisiatiif kami ini dapat bermanfaat dan setidaknya akan mengurangi korban jika terjadi kecelakaan,” harapnya.

Selain Komunitas Trail Bantul IOF 2X1 DIY yang ikut terlibat dalam aksi ini adalah Komunitas Rebyek Family Bantul, SAR Kabupaten Bantul dan lainnya.
Seperti diketahui, pada Minggu (6/2) terjadi kecelakaan bus pariwisata yang berasal dari Solo, Jawa Tengah dan memakan korban jiwa sebanyak 13 orang.




Kirim Komentar