Seni & Budaya

ARTJOG 2026 ARS LONGA: GENERATIO Menghadirkan Dialog dan Praktik Lintas Generasi

Oleh : Admin / Kamis, 18 Juni 2026 10:51
ARTJOG 2026 ARS LONGA: GENERATIO Menghadirkan Dialog dan Praktik Lintas Generasi

Gudeg.net - ARTJOG, festival seni rupa kontemporer tahunan, akan kembali digelar pada 19 Juni–30 Agustus 2026 di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Memasuki edisi tahun ini, ARTJOG memperkenalkan Farah Wardani sebagai kurator untuk periode 2026–2028 dengan mengangkat tema besar ARS LONGA Trilogia atau “Trilogi Seni Itu Panjang”.

Tema tersebut menjadi kerangka kuratorial untuk menafsirkan kembali makna ars longa—bahwa seni memiliki daya hidup yang panjang dan terus relevan dalam merespons perubahan sosial, budaya, serta politik yang berlangsung dari waktu ke waktu.

Sebagai pembuka trilogi, ARTJOG 2026 mengusung tema ARS LONGA: GENERATIO. Pada edisi ini, Roby Dwi Antono hadir sebagai seniman komisi yang akan menerjemahkan tema melalui karya pada fasad, instalasi patung, serta ruang imersif yang dirancang khusus untuk penyelenggaraan tahun ini.

Untuk memperkuat narasi kuratorial, ARTJOG menghadirkan karya dari 25 seniman undangan, baik individu maupun kolektif, serta 19 seniman muda berusia maksimal 35 tahun yang terpilih melalui proses seleksi terbuka. Tidak hanya itu, program ARTJOG Kids juga kembali hadir dengan melibatkan 52 seniman anak dan remaja berusia 6–15 tahun yang akan menampilkan karya hasil kurasi.

Tema ARS LONGA: GENERATIO dikembangkan melalui dua pendekatan utama, yaitu Dialogus dan Practica. Dialogus menempatkan dialog lintas generasi sebagai fokus utama melalui karya-karya kolaboratif yang menyoroti persoalan generasional sekaligus memperlihatkan bagaimana praktik seni berkembang melalui jejaring dan transfer pengetahuan antargenerasi. Sementara itu, Practica menghadirkan karya seniman individu yang merepresentasikan keberagaman praktik artistik serta refleksi terhadap isu, wacana, dan semangat zaman yang berkembang saat ini.

Berlangsung bersamaan dengan ARTJOG 2026, edisi kedua Chapter Jogja juga akan digelar di kawasan JNM. Sebagai art fair kolaboratif yang melibatkan galeri regional, internasional, dan komunitas seni, Chapter Jogja menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat posisi kawasan JNM sebagai pusat seni dan budaya yang dinamis. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempertemukan wacana seni kontemporer, ruang pasar, dan perkembangan lingkungan perkotaan dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.

Selama ini, ARTJOG dikenal sebagai momentum budaya tahunan yang akrab disebut sebagai “Lebaran Seni”. Tahun ini, semangat tersebut diperkuat melalui Jogja Art Weeks (JAW), platform publikasi bersama berbagai agenda seni dan budaya di Yogyakarta serta wilayah sekitarnya. Pada penyelenggaraan kali ini, JAW akan berkolaborasi dengan Festicity—program yang diinisiasi Forum Jogja Festival—untuk memperluas konektivitas antarfestival yang berlangsung selama periode ARTJOG 2026.

Komitmen terhadap inklusivitas juga kembali diwujudkan melalui program LoveARTJOG. Program ini mengundang praktisi seni difabel untuk mengembangkan minat dan praktik berkesenian bersama sejumlah komunitas seni di Yogyakarta. Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan Tab Space, lembaga sosial asal Bandung yang menyediakan ruang bagi seniman dan desainer difabel. Selain itu, LoveARTJOG turut menghadirkan pelatihan bagi pelajar tingkat SD hingga SMA agar dapat berpartisipasi dalam pendampingan pengunjung difabel selama penyelenggaraan pameran.

Sementara itu, program The Others Lab tahun ini didukung oleh TACO Laminate Indonesia dan bekerja sama dengan Studio Banda, studio desain berbasis di Bali. Program ini mengajak publik untuk mendiskusikan isu lingkungan melalui pendekatan desain dan eksperimen material yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sejumlah diskusi dan lokakarya juga akan diselenggarakan untuk membuka ruang eksplorasi bagi para pengunjung.

Di ranah seni pertunjukan, dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation melalui program performa•ARTJOG akan menghadirkan berbagai penampil hasil panggilan terbuka serta pertunjukan spesial. Bersama IFI Yogyakarta, program ini menghadirkan Violet Indigo dan Watchdog dari Prancis. Kolaborasi internasional lainnya juga melibatkan Project Eleven Australia yang mempertemukan Monica Lim, Patrick Hartono, Morgan May, Serenata Choir ISI Yogyakarta, serta Australian Art Orchestra dalam sejumlah pertunjukan kolaboratif.

Tak hanya itu, dua proyek seni pertunjukan multidisiplin bertajuk Daughters of the Sea oleh Artistique Théâtre (Prancis) dan Ma ‘Bua’ karya koreografer Densiel Lebang turut menjadi bagian dari rangkaian program. Seluruh pertunjukan performa•ARTJOG X Bakti Budaya Djarum Foundation akan berlangsung setiap akhir pekan selama penyelenggaraan.

Selain pameran dan pertunjukan, ARTJOG 2026 juga menghadirkan berbagai program publik seperti Exhibition Tour, Meet the Artist, dan ARTCARE Indonesia. Program Merchandise Project tahun ini akan berkolaborasi dengan sejumlah seniman dan brand seperti Sirin Farid Stevy, Pable Indonesia, Dagadu, dan Rumah Atsiri Indonesia.

ARTJOG 2026 didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, Bank BRI, Pertamina, serta berbagai mitra lainnya. Informasi lengkap mengenai jadwal dan program dapat diakses melalui kanal media sosial dan situs resmi ARTJOG.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini