Sentilan Sindunata Daalm Penggeli Hati

Oleh : anton / Senin, 00 0000 00:00

Seorang tuli hendak mengail di sungai, sebelum ia berangkat, berfikirlah ia : "Aku ini sungguh terlalu tuli, tetapi toh aku dapat berkata-kata dengan baik, kalau nanti aku bersua dengan orang lain, dan dilihatnya aku membawa kail, tentu ia akan bertanya, Engkau hendak ke mana? nanti aku akan menyahut "Hendak ke sungai akan mengail", tentu ia akan bertanya pula "engkau jual atau kau makan sendirikah ikan yang kau peroleh itu ?" dan aku akan menjawab :"Hendak kujual ke pasar". Kalau ia mendengar jawabanku itu tentu ia memuji : "Sungguh engkau orang yang rajin", dan aku akan menyahut,"Saya".

Sesudah tetap fikirannya, maka si Tuli itu berangkatlah. Betul juga, di tengah jalan ia bertemu dengan seorang pemburu yang tersesat. Tanya pemburu itu kepadanya : "Hai, Kang, di manakah jalan ke Sumber Bulu?". Si Tuli meskipun ia tidak mendengar perkataan perkataan itu lalu menjawab juga, katanya "Hendak ke sungai akan mengail". Demi pemburu mendengar kata orang itu, maka berkata pulalah ia dengan nyaring suaranya : "Hai, Kang, tunjukkanlah kepadaku, dimanakah jalan ke Sumber Bulu? saya ini tersesat". Si Tuli lalu menyahut : "Hendak kujual ke pasar". Maka pemburu itu marahlah sedikit serta berkata : Gilakah engkau ini", jawab si Tuli itu : "Sayaaa... !"


Menyentil kehidupan manusia Indonesia lewat sebuah cerita humor kuno Indonesia yang sering disebut Penggeli Hati coba disampaikan Sindunata ketika membaca "Orang Tuli Menjadi Gila" terbitan majalah Gids Melajoe edisi tahun 1927 di sela-sela pameran "Penggeli Hati" di Bentara Budaya yang berlangsung seminggu ini. Menurut budayawan ini, isi cerita dari dagelan kuno asli Indonesia tersebut bisa dijadikan cerminan kehidupan bangsa Indonesia sekarang ini.

Dengan tidak terbentuknya komunikasi secara baik anatar si Tuli dan si Pemburu karena masing-masing saling tak memahami apa yang dikatakan lawan bicaranya, sehingga si Pemburu marah dan menganggap gila si Tuli, hal tersebut bisa dijadikan cermin yang sama buat bangsa ini dimana saat ini sedang terjadi kemacetan komunikasi antar manusia karena masing-masing orang menjadi "tuli" akan omongan orang lain. " Sekarang ini semua orang memakai bahasanya sendiri-sendiri dalam berkomunikasi," paparnya.

Hal tersebut yang membuat terjadinya miscommunication dan tidak adanya pemahaman antar diri manusia Indoesia untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah dalam bertindak. Akhirnya semuanya menjadi gamang dan rancu serta tak tahu arah mana yang bakal dituju. Dan lama-kelamaan kita semua akhirnya menjadi gila karenanya !

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM



    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini