Teater Koma Akan Pentaskan Sampek Engtay di Yogyakarta

Oleh : Aqidah / Senin, 00 0000 00:00

MENYAMBUT IMLEK, Teater KOMA Jakarta dan IDEA Production akan menggelar pementasan teater Sampek Engtay di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta pada Sabtu dan Minggu 24 – 25 Januari 2004 mendatang. Lakon versi Sampek Engtay karya N. Riantiarno ini pertama kali dipentaskan Teater Koma di Gedung Kesenian Jakarta pada tahun 1998. Kemudian dua kali dipentaskan di Surabaya. Dilarang naik pentas di Medan pada tahun yang sama. Dipentaskan ulang tiga kali di Jakarta dan Semarang pada tahun 1997. Dan pada tahun 1999 dan 2000 dipentaskan ulang dengan menyertakan atraksi Tarian Naga dan Barongsay. Juga pada 2001 hingga 2003 dipentaskan ulang di Jakarta, Medan, Bandung dan Batam.

Lakon tersebut mengangkat sebuah cerita klasik tentang drama percintaan dari Negeri Tiongkok seperti halnya Romeo and Juliet. Dengan berbagai cara ENGTAY berhasil meyakinkan kedua orangtuanya bahwa sekolah itu baik bagi dirinya. Akhirnya, gadis itupun diizinkan ke Tanah Deli demi menuntut ilmu. meski untuk itu ia harus menyamar sebagai seorang pemuda. Di tengah perjalanan, ENGTAY berkenalan dengan SAMPEK. Pemuda itu juga berniat pergi ke sekolah yang sama. Atas inisiatif ENGTAY, mereka berdua kemudian sepakat saling mengangkat saudara. Di asrama, ENGTAY ditempatkan di dalam satu kamar dengan SAMPEK. Rupanya, penyamaran ENGTAY sangat berhasil, Tidak seorangpun menyangka, bahkan juga SAMPEK, kalau ENGTAY itu perempuan. Asmara tumbuh. Dan akhirnya ENGTAY mengaku kepada SAMPEK mengenai keadaan diri yang sebenarnya. Cinta bermula tumbuh lantaran ENGTAY geregetan terhadap kejujuran yang disebutnya sebagai kebodohan lelaki muda itu. Ternyata selama hampir setahun, SAMPEK tetap tidak mengira selama ini sudah tidur dengan seorang gadis.

Teater Koma dipilih Eko Bebek, pimpinan produksi pertunjukan di Yogyakarta karena telah teruji dan terbukti sukses dipentaskan saat Imlek sebelumnya digelar di Batam, Jakarta, Medan, Surabaya. Kini giliran dpentaskan di Yogyakarta yang lebih dikenal dengan kota budaya dan kota pendidikan dengan harapan tidak kalah dengan kota besar lainnya. Publik Yogya yang lebih apresiatif terhadap seni pertunjukan memberi keyakinan bahwa pentas ini akan menuai sukses juga di Yogyakarta. Pentas ini akan memperkuat predikat kota budaya karena Teater Koma ada pesan didaktikanya yaitu pendidikan untuk generasi muda. “Generasi muda harus gigih dalam mencari ilmu sebagaimana upaya Engtay menyamar sebagai lelaki agar bisa sekolah”, imbuhnya.

Etnik Tionghoa di Indonesia tidak lagi dipandang sebagai orang asing, tetapi pribumi sebagaimana suku lain di Indonesia. Masyarakat Indonesia kini mencoba memperbaharui diri dan bersikap bijaksana dengan menyaksikan Sampek Engtay Tionghoa, Betawi Sunda yang digarap N. Riantiarno bersama Teater Koma Jakarta. Pertunjukan yang didukung Ratna Riantiarno, Sari Madjid, Salim Bungsu, Didi Petet, dan puluhan anggota Teater Koma lainnya.

Tiket pertunjukan dapat dipesan di IDEA Production Jl. Gajah No 1 Yogyakarta telpon 0274-417507 atau 522007. Tiket VVIP Rp. 150.000, VIP Rp.100.000, Umum Rp. 50.000, dan Festival 30.000.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM



    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini