Imlek Juga Dirayakan di Masjid Syuhada Yogyakarta

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

MERAYAKAN IMLEK DI MASJID ATAU GEREJA bagi warga negara Indonesia (WNI) keturunan Tionghoa, dapat memunculkan nuansa yang berbeda dari WNI keturunan Tionghoa yang beragama Khong Hu Chu yang merayakan di klenteng. Namun beberapa tahun belakang ini, mereka (keturunan Tionghoa-red) yang merayakan di gereja atau masjid sering mendapat tentangan dari kelompok garis keras untuk menggagalkan perayaan tersebut. Imlek yang jatuh pada Kamis (22/1) mendatang tersebut merupakan tradisi nenek moyang sebagai ungkapan senang menyambut musim semi. "Tradisi ini sudah ada sejak ribuan tahun sebelum masehi bahkan jauh hari sebelum agama-agama masuk ke Cina," kata Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) DIY, Lie Sioe Fen.

Lie Sioe Fen menambahkan, guna meluruskan persepsi, melestarikan budaya dan meningkatkan toleransi beragama, PITI DIY membuat terobosan baru dengan merayakan Imlek di masjid seperi tahun lalu. "Masjid yang dipilih untuk perayaan dilakukan di Masjid Syuhada Yogyakarta. Sebagai muslim, tidak ada salahnya kami melakukan tirakatan dan syukuran menyambut Imlek di Masjid," ucapnya.

Budi Satyagraha sebagai pencetus ide merayakan Imlek di masjid yang juga pernah menjadi Ketua PITI DIY periode 1983-2002 menceritakan bahwa pada awalnya ide tersebut memang menimbulkan perdebatan panjang. Masih ada yang berpandangan bahwa Imlek merupakan ritual agama non-Islam. "Banyak yang menyarankan untuk membatalkan acara ini karena dinilai berbahaya dan dapat menimbulkan konflik," tegasnya. Di sisi lain, Imlek tersebut mengarah pada usaha untuk melestarikan tradisi dan menciptakan toleransi antar umat beragama. Hal tersebut mendorong Budi beserta yang lain untuk tetap jalan terus sembari mengenang perayaan Imlek tahun lalu.

Perayaan Imlek yang tetap dilaksanakan di Masjid Syuhada pada Jumat (30/1) mendatang diawali dengan shalat Isya dan dilanjutkan dengan sarasehan. Dalam perayaan tersebut, juga terdapat pembagian kue keranjang sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada Tuhan atas berkat yang diberikan kepada umatnya. Acara menjadi lebih meriah lagi karena area masjid akan dihias dengan lampion yang tidak dilakukan pada tahun sebelumnya. Perayaan kedua Imlek di Masjid bagi warga Tinghoa pemeluk agama Islam diharapkan dapat mempererat hubungan antar agama maupun antar etnis.

Imlek merupakan tradisi sehingga semua agama di Cina ikut merayakannya. Mulai dari masjid, gereja, klenteng hingga wihara menyiapkan diri untuk iktu menyambutnya. Imlek lebih pada ungkapan suka masyarakat dan juga pergantian musim dingin ke musim semi ketika bunga-bunga mulai bermekaran dan musim tanam dimulai. Tidak jauh berbeda seperti yang dilakukan masyarakat Jawa dalam hal kenduri dan syukuran untuk mensyukuri hasil panen pada awal musim hujan.

Selain itu, juga terdapat pasar murah dan pengajian rutin bulanan pada minggu ke-3 yang berguna untuk meningkatkan toleransi serta pelestarian budaya. "Semua muslim adalah bersaudara dan sesama pemeluk agama harus saling menghormati," jelas Lie Sioe Fen.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM



    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini