Dolanan Bocah Jarang Dieksplorasi Sebagai Bentuk Kebudayaan

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

NIKEN LARASATI, SEORANG IBU RUMAH TANGGA dengan 2 anak dan tanggung jawab mengasuh anak masih bisa menyisihkan waktu untuk berkarya dan mengikuti pameran rupa di Yogyakarta. Dalam pembukaan pameran bertajuk "Duniaku" pada Sabtu (17/1) malam yang berlangsung hingga Senin (19/1) mendatang di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Jln A Yani, mengatakan bahwa karya-karyanya menampilkan memori pada masa kecil. "Saat yang menyenangkan bagi saya adalah ketika berhadapan dengan kanvas dan bermain-main dengan cat air dan kuas. Di situlah pikiran, angan-angan, kenangan atau apapun yang mungkin personal sifatnya," tukas mantan fotografer yang juga pernah bekerja di biro iklan Surabaya.

Putri ke-7 dari 18 bersaudara tersebut menambahkan bahwa dilatarbelakangi oleh sebuah `musibah` --ia ditinggalkan kedua orang tuanya pada usia remaja ketika adik-adiknya masih dalam usia balita-- yang terjadi pada keluarganya mendorong Niken (sapaan akrabnya-red) bersama kakak-kakaknya yang sebagian besar perempuan harus berjuang demi keberlangsungan hidup keluarganya. "Bencana menjadi berkah, takdirnya sebagai perempuan tidak pernah mengajarkan untuk berdiri di belakang laki-laki. Nasib telah menggemblengnya untuk tidak `swarga nunut neraka katut`, tetapi harus direbut agar nggak bangkrut," ungkap R Priya Basuki M kurator pameran kali ini. Basuki menambahkan, berkah yang Niken dapatkan merupakan daya juang yang lebih tangguh, pandangan tentang kesetaraan gender dan kemampuannya untuk mensyukuri segala yang dimiliki.

23 karya lukis dengan teknik acrylic on canvas dipadu dengan alunan lagu dari permainan piano oleh Mateus Anwar Widodo menyuguhkan suasana dan mengingatkan kembali pada masa kanak-kanak. Beberapa nomer lagu yang dimainkan oleh Mateus yang totalnya sebanyak 23 lagu diantaranya, Prelude in Cminor, Romance, Moonlight Sonata, Adagio Cantabile dan Funireal March. "Saya juga pengen back to nature karena semua lukisan saya menggambarkan bagaimana masa kecil bersama saudara-saudara saya," terang Niken.

Beberapa karya seperti gambaran situasi keterasingan itu dilukiskan dalam kanvasnya yang berjudul "Sendiri" menceritakan seorang bocah perempuan yang tampak lesu merebahkan tubuh dan kepalanya di lantai sementara di sekelilingnya terserak berbagai permainan anak perempuan seperti meong-meongan dari kayu, boneka buatan sendiri dan gledegan kulit jeruk menyerupai kendaraan roda dua. Keasyikannya dalam menggarap hasil tersebut mungkin menjebak dan melewatkan penggambaran setting tempat kejadian peristiwa khususnya pada pada lukisan periode masa kecil. Sedangkan pada periode dewasa dan rekaman masa kini bisa terlihat pada setting tempat yang tertoreh pada karya "Antri Periksa Kehamilan" dan "Arisan Keluarga & Nggosip".

"Anak-anak sekarang sudah dibanjiri oleh berbagai mainan interaktif seperti nintendo, sega, play station dan permainan bergerak yang mengeluarkan bunyi-bunyian," tukas Niken. Sehingga ketika batere atau listrik masih tersedia, mereka masih bisa dihibur oleh barang-barang tersebut tanpa harus berinteraksi dengan sesamanya. "Dulu, mainannya itu sederhana dan menjadi permainan yang massal, siapa saja bisa main. Tapi permainan yang dijual sekarang, anak-anak tertentu saja yang bisa menikmatinya karena mereka harus beli dengan sejumlah uang. Tidak semua orang tua punya uang untuk membelikan anaknya permainan canggih, ya jadi tidak semuanya bisa ngerasain kan," imbuhnya.

Pameran tunggal wanita kelahiran Desember 1971 ini merupakan pertama kalinya dan membuka lebaran baru sebagai perjalanan panjang yang sedang dimulai. "Keterbukaan diri dan lingkungan yang kondusif membentangkan harapan besar bagi Niken, perbaikan bahkan perubahan sangat mungkin terjadi," tukas Priya Basuki. Ia mengungkapkan, jika Niken kali ini telah mampu menuturkan dirinya dan dunia masa kanaknya, di kesempatan lain masyarakat bisa mengharapkan penuturannya sebagai makhluk sosial yang sudah memiliki opini, gagasan atau impian tentang dunia di luar dirinya.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM



    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini