Teroris dan SARS Sebagai Katalisator Pameran "SMALL SWEETS"
SERANGAN TERORIS DAN SARS DI ASIA mampu ditempatkan pada posisi katalisator dalam gagasan pagelaran seni rupa bertema ”Small Sweets” yang digelar di Rumah Seni Cemeti, Sabtu 17 Januari 2004. Pembukaan pameran yang dilaksanakan pukul 19.30 WIB tersebut menggelar karya-karya tunggal dari salah satu seniman yang sangat aktif dalam kehidupan kontemporer Seni Rupa Singapura yaitu Ye Shufang.
Beberapa waktu lalu pameran tunggal karya Ye Shufang tersebut sempat tertunda, ini disebabkan karena SARS dan terorisme. Keharmonisan politik dan toleransi diantara negara-negara di Asia yang begitu lembut dan terjaga di masa silam telah terpengaruh karena situasi tersebut. Dengan pertimbangan tersebut, akhirnya Ye Shufang memberanikan diri untuk memutuskan menggunakan suasana tersebut sebagai konsep dasar instalasi “Project: Small Sweets”.
Gagasan di balik karya-karya Ye Shufang ini adalah untuk mengetahui bahwa atau bagaimana persamaan dan perbedaan diantara beberapa kebudayaan mungkin saja dengan saling bertukar melalui aksi pembagian sebuah permen/ gula-gula kecil.
Dalam pameran tersebut, Ye Shufang yang juga seorang seniman instalasi yang aktif mengamati isu-isu ketidakstabilan dan interaksi publik ini, menawarkan satu seri drawing spidol dan permen/gula-gula. Drawing tersebut menggambarkan bermacam-macam permen/gula-gula dan detail bahan dasar atau komposisi setiap jenis permen yang dapat kita temui di negara Singapura. Isu-isu ketidakstabilan itu sangat mendasar dalam prakteknya, bermula dari dasar pemikiran mendalam yang telah di kembangkan dalam sebuah seri karya yang menggambarkan bahan “Ready-Made” dan yang tidak tahan lama.
Pameran instalasi Small Sweets ini dibuat dari perbesaran gambar beberapa macam permen/gula-gula dengan dimensi 97 X 127 cm serta medium yang digunakan yaitu magic marker on paper. Dalam gambar-gambar tersebut selain terdapat komposisi setiap jenis permen juga terdapat tanggal kadaluwarsa serta negara penghasil yang dicetak pada dinding galeri Rumah Seni Cemeti.
Yang menarik dalam pameran tersebut, di tengah ruangan galeri terdapat kotak panjang yang terbuat dari kayu yang berisi permen/gula-gula dengan butiran-butiran gabus, serta disediakan sebuah tempat bagi pengunjung untuk memberikan informasi tentang jenis permen/gula-gula yang mereka pilih dengan menyertakan alamat lengkap yang nantinya Ye Shufang akan mengirim permen/gula-gula kepada pengunjung yang telah memberikan informasi.
Ia mengakui sebenarnya dalam melakukan pameran Small Sweets ini, merasa ada ketakutan untuk melakukan perjalanan ke Indonesia, ia harus mencari jalan untuk menciptakan karya seni yang menyatakan keadaan tersebut, dari pada hanya dengan mengirimkan beberapa karya menyebrangi lautan. Meskipun dalam sejarah dan perkembangan seni di mata situasi politik menilai bahwa efektifitas seni tidak bisa melebihi fungsi kritik.
Dalam instalasi yang dihadiri para seniman Jogja ini, hal terkecil yang paling bisa dilakukan kesenian adalah dengan menyebarkan sedikit rasa manis menyebrangi lautan. Hal ini mungkin tidak akan menjadi penyelamat hidup tapi dapat mempermanis hari-hari dengan cara yang sederhana.



Kirim Komentar