Pameran Lukisan "Sehat Jiwa Raga" Digelar di Rumah Budaya Tembi

Oleh : Argo Jatmiko Mulyo / Senin, 00 0000 00:00

ABSURDITAS KEHIDUPAN DALAM BERBAGAI ZAMAN senantiasa berubah-ubah dan orang Jawa menemukan formulasi kata-kata, yaitu "Wolak-Waliking Jaman". Bukan sebuah kebetulan bila dalam rangka pembukaan kegiatan Rumah Budaya Tembi 2004 ini, pihak Tembi mengambil tema "Wolak-Waliking Jaman". Pameran lukisan karya Ekwan menjadi pembuka kegiatan di Rumah Budaya Tembi Jl. Parangtritis Km. 8,4 Bantul Yogyakarta. Pameran yang mulai digelar pada 23 Januari Pkl.19.30 Wib tersebut, dibuka oleh Direktur Rumah Budaya Tembi, Nuranto.

Lukisan karya Ekwan, terasa pas ditaruh dalam tema "Wolak-Waliking Jaman". Visual yang dipilih Ekwan, memang memberi kesan naif, namun memberikan tekanan yang penuh makna dalam tema. Visual yang digoreskan memang tidak utuh, dalam arti seperti "kenyataan" yang tampak, melainkan memberi aksentuasi lain, istilahnya disebut plesetan, sehingga menghadirkan nuansa yang menggigit, ungkap Koordinator Rumah Budaya Tembi, Ons Untoro.

Dalam karyanya, pelukis asal Tuban Jawa Timur ini, memberi tema dari pengalaman pribadinya yaitu, "Sehat Jiwa Raga" yang kemudian menjadi sub tema dari "Wolak-Waliking Jaman". Barangkali melalui sub tema itu, Ekwan hendak berkata dan bercerita secara sederhana, bahwa orang yang jiwa dan raganya sehat tidak akan ikut arus, tetapi mempunyai pilihan tema dan dari tempatnya itu dia konsisten. Dalam bahasa populer disebut sebagai "Cuek aja", yang kemudian dipakai judul lukisan karya Ekwan, yang menghadirkan sosok manusia setengah badan, kepalanya gundul dan di atasnya ada seekor ayam warna hitam.

Begitulah karya lukis Ekwan pada "Wolak-Waliking Jaman". Judul-judulnya sederhana, tetapi visualnya memberikan nuansa problematik. Misalnya, satu lukisan yang berjudul "Terjun Payung", visual yang disajikan seorang wanita berkaca mata merah, gemuk, pakai baju kuning cekak sehingga pusarnya kelihatan, menggunakan celana panjang warna biru dan bersepatu yang tumitnya tinggi sedang terjun yang menggunakan parasut. Visualisasi demikian bisa membuat heran orang yang melihat dan barangkali sambil bergumam: "Perempuan gila kali, terjun payung dalam keadaan seperti itu". Itulah Ekwan, memberikan imajinasi mengenai kenyataan melalui karya-karyanya.

Wolak-Waliking Jaman bisa dilihat dalam banyak bentuknya dari karya Ekwan. Tampaknya Ekwan, tanpa harus diberi tahu sebelumnya, sudah cukup punya kegelisahan terhadap permasalahan kemasyarakatan dan melalui cita rasa pelukis, serta pilihan visual yang telah diambil, kegelisahan itu dituangkan melalui karyanya di kanvas.

Pembukaan kegiatan Rumah Budaya Tembi 2004 yang digelar di Pendopo tersebut juga menampilkan panembromo dari karawitan Condro laras serta diisi pidato kebudayaan oleh Ashadi Siregar budayawan, ahli komunikasi, Dosen Fisipol UGM Yogyakarta. Serta dihadiri oleh rekan-rekan Ekwan yang juga lulusan SMSR Yogyakarta.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM



    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini