Krisdayanti Akhiri Tour Buku "Seribu Satu KD" di Yogyakarta
SALAH SATU USAHA KRISDAYANTI UNTUK DEKAT DENGAN FANS adalah dengan berinteraksi dengan penggemarnya, berbagi cerita, pengalaman dan perhatian kepada mereka yang dirasanya telah memberikan support hingga ia bisa berprestasi seperti sekarang ini. Usaha ingin memanjakan penggemar dengan cara life-sharing melalui buku ?Seribu Satu KD? ini, diwujudkannya dengan berkeliling ke 9 kota di Indonesia. Bertempat di Toko Buku Gramedia Cab. Sudirman, Yogyakarta mendapat kesempatan terakhir dalam rangkaian tour ini. Penggemar Yanti, panggilan akrabnya, berjubel memenuhi Gramedia pada Sabtu, 24 Januari 2004, sayang sekali hanya penggemar yang membeli bukunya yang bisa naik ke Lt. 4 tempat diselenggarakan acara Meet and Greet ini.
Anang Hermansyah, sang suami, yang juga tergabung dalam KD Management juga berbicara bahwa buku ini jangan disebut autobiography karena buku ini hanya merupakan keinginan dia untuk berbagi. Judul buku ini lebih mencerminkan keragaman cerita dan warna KD dalam proses hidupnya. Ada 5 bagian dalam buku itu dan kelima bagian itu mengandung spirit yang berbeda. Pencapaiannya kini setelah 15 tahun di industri musik itu butuh proses dan proses itu dinilainya mahal. Ia ingin membuktikan pula bahwa kehidupannya sebagai Diva yang dinilai mahal itu, dilaluinya melalui proses perjuangan dan kerja keras yang panjang. Ia ingin pula mengajak orang untuk membudayakan membaca buku sekalian lebih mendekatkan diri pada penggemar.
Buku setebal 208 halaman yang telah masuk pada cetakan ke 3 dan telah laku 9 ribu exemplar ini menunjukan perjuangan Krisdayanti orang daerah yang berasal dari Batu Malang hingga sukses di ibukota menjadi seorang Diva. Ia juga membagi tips dan semangat di dalam buku itu. Ide pembuatan buku ini berasal dari Anang dan ditulis oleh Redaktur Senior Majalah Femina, Alberthiene Endah. Ia pernah menulis di majalah Femina tentang kisah hidup Krisdayanti dan dengan bahasanya yang membumi ia tahu apa yang KD Management inginkan. Penggarapan buku yang memakan waktu 3 bulan ini melibatkan banyak pihak antara lain pengarah gaya Yoyok Budiman, Muara Bagja dan Chitra Darwis, sederat nama besar fotografer ikut pula mendukung seperti Darwis Triadi, Jay Subiyakto, Davy Linggar, Oetomo, Adi NW, Barrie dan Pinky Mirror.
Tentang banyaknya berita miring yang mengatakan bahwa buku ini adalah upaya mendongkrak popularitasnya yang sedang surut, ia berkomentar bahwa rutinitas mengurus tour buku ini ke 9 kota yang terpaksa menghentikan beberapa job yang kemudian dinilai orang sebagai surutnya kesibukan pekerjaan di industri TV. Bukti bahwa eksistensi dalam bermusiknya tidak surut adalah ia memberikan kabar baik bahwa April Album KD bersama Erwin Gutawa akan keluar di pasaran.
Bukunya dinilai sebagian orang masih terlampau mahal. KD Management menanggapai bahwa biaya produksi buku ini sebenarnya mencapai 600 juta dan seharusnya terjual 300 ribu-an tetapi karena banyaknya sponsor maka biaya dapat ditekan menjadi 150 ribu. Acara Meet and Greet ini diselenggarakan di 9 kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Manado, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Bali, Malang dan Makasar.



Kirim Komentar