Koreksi Karya Dalam Kebersamaan Kelompok Ublik

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

KOREKSI DITUJUKAN SEBAGAI SEBUAH PEMBETULAN DAN ATAU PERBAIKAN, ke arah yang lebih baik. Makna koreksi itu sendiri akhirnya dipilih oleh Kelompok Ublik dalam pameran seni rupa di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta sebagai wujud dan keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi perjalanan kreativitas berkesenian. "Kami menggempur dinding-dinding pembatas suatu paham, pandangan dan aliran yang membedakan dalam komunitas seni karena hanya membentuk kekuatan-kekuatan yang bersifat konkruen (sejajar) antara satu dengan yang lainnya," tukas Ketua Pelaksana Pameran Sudowo (Dodo) hari Jumat (23/1) lalu hingga Selasa (27/1) hari ini. Ia menambahkan, koreksi dapat dikatakan sebagai wujud dorongan hati ke arah benar dalam berkesenian.

"Prosesnya dengan jalan mengekspresikan pemikiran dan perenungan terhadap nilai-nilai dasar yang hakiki dari manusia," ucap salah satu peserta pameran, W Sulistiawan (Wawan) saat ditemui GudegNet di ruang pameran. Nilai kebenaran, kejujuran dan keadilan menjadi tidak hanya sekedar menorehkan cat ke atas kanvas, jiwa intuisi serta intelektualitas yang berperan penting dalam penciptaan suatu karya seni. Bagi Wawan dan Dodo, pameran ini adalah pameran gabungan mahasiswa dari beberapa universitas yang dimotori oleh Prodi Seni Rupa UST, di antaranya adalah UNY, IAIN, Tamansiswa dan UTY.

Seniman yang terlibat dalam pameran kali ini adalah sebagai berikut, L Aris Wibowo, Agus Rahmat J, Febri Widhi Armanu, Suwodo (Dodo), W Sulistiawan, Yusuf MS, Sugiyamin, Robet Nasrullah, Aris Tri Risdiono, Anton, Nurul Kholis, Sugriwo, Blasius Rendra, Hariono, Otien, Mahyuzar, Teguh Triwasono, Ulil Gama, Harun Al Rasyid, Yayat Lesmana, Edi Supriyanto, Irvan Ali Nasrudin, Sutrisno Hasuna, Aprilia Kartini, Dimas Dentosi, Sunarto, Khoiruddin, Mulyo Gunarso, Abdul Gani, B Hendro W dan S Djunianto.

Hingga hari terakhir, sudah terdapat enam lukisan yang terjual. Masing-masing lukisan karya Sutrisno (Belenggu), Aprilia (Shopping White My Friend), Yayat (Sang Pejantan), B Hendro (Ikan dan Taman) serta Khoiruddin (Mawar Berduri). Anton sendiri dalam dua karyanya Menikmati Sebatang Rokok dan What Do You Thing? lebih mengajak pengunjung untuk berinteraksi. "Interaksi ini artinya ketika seorang merokok ia tentunya memikirkan suatu gagasan atau problema yang sedang terjadi dipikirannya. Kemudian membuat orang yang melihat lukisan itu berpikir kira-kira mau ngapain ya kalau masalahnya seperti itu," ungkap Anton. Ia menjelaskan bahwa ide dasar dari pameran tersebut tidak lebih dari memupuk kebersamaan dengan sesama seniman rupa dan dalam ruang tersebut tiap seniman dapat melakukan koreksi satu dengan yang lainnya. "Tidak ada topik khusus untuk pameran kali ini," tegasnya.

Gogon sendiri menyatakan, karya yang ikut serta dalam pameran mencapai 200 lebih karya lukis baik dengan teknik pencil on kanvas, oil on kanvas, mix media hingga pastel on paper. "Seharusnya yang ikut pameran berjumlah 34 orang namun ada beberapa yang mengundurkan diri karena kesibukannya," tukasnya.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM



    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini