Hexos Cup Nasional 2003/2004 : "Kalah Tak Masalah Bagi Tuan Rumah"
TIM TUAN RUMAH KEMBALI MEMETIK KEKALAHAN TELAK dalam lanjutan kompetisi bola basket antar pelajar SMU se-Indonesia Hexos Cup Nasional 2003/2004 di GOR Among Rogo Yogyakarta. Tim putri SMU BOPKRI 1 misalnya, harus dengan susah payah melawan ketangguhan SMU Methodist Medan dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 20 - 26 tersebut. Ketinggalan angka yang cukup jauh mulai sejak quarter pertama dengan selisih angka 04 - 21 dan berlanjut pada quarter kedua dimana mereka hanya mampu menambah 6 angka saja. Baru pada quarter ketiga mereka sedikit banyak mampu mengimbangi permainan lawan. Walaupun demikian mereka hanya mampu mencetak 7 angka dengan skor 17 - 49. Di akhir pertandingan, nilai tersebut tidak banyak bertambah hingga mereka harus menelan kekalahan dengan selisih angka tiga bola.
Kekalahan tersebut diperparah dengan dilibasnya kembali tim putri SMU Stella Duce 2 Yogyakarta yang kalah telak dari SMU Aloysius Bandung dengan skor 06 - 110. Setelah kemaren dipermalukan pula oleh SMU YPPI Surabaya dengan skor 6 - 106, hari ini mereka pun terpaksa memupus harapannya untuk dapat terus mengikuti kompetisi pada putaran selanjutnya. Dengan tiga kekalahan yang terus mereka alami selama tiga hari terakhir membuat mereka harus lebih cepat pulang. Seperti pada pertandingan sebelumnya, sejak awal SMU STECE 2 selalu ketinggalan angka dan tidak menghasilkan satu tembakan apapun, sementara SMU Aloysius sudah mencetak 34 angka . Berlanjut pada quarter kedua dengan selisih angka 4 - 59. Angka tersebut tidak bertambah pula pada quarter ketiga. Baru pada akhir quarter keempat mereka menambah 2 angka. Skor tersebut tidak berarti banyak karena lawan mereka sudah mencapai angka 110.
Lain halnya dengan yang terjadi pada pertandingan antara tim putra SMU Kolese De Britto vs SMUN 2 Makassar yang sedikit melegakan para suporter tuan rumah. Mereka berhasil menang 42 - 29 setelah pada quarter pertama mereka hanya bermain dengan selisih angka tidak banyak, yaitu 5 - 4. Baru pada quarter kedua, De Britto berhasil mencetak angka 20, sementara lawannya hanya menambah angka 6. Berlanjut pada quater ketiga dengan skor 26 - 19 akhirnya mereka bisa memenangkan pertandingan.
Budiyanto dari seksi pertandingan yang mengomentari kekalahan tim-tim tuan rumah mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang patut disesali karena kalah atau menang, semuanya sudah merupakan prestasi tersendiri yang dilakukan oleh tim-tim tuan rumah. Hal tersebut juga bukan berarti tim rumah tidak mempunyai kualitas yang baik dalam bertanding. "Tim-tim luar mempunyai menu yang berbeda dari tim tuan rumah sehingga hasilnyapun jadi berbeda pula," paparnya. Ia mencontohkan, penonton yang terus membludak tiap harinya adalah bukti bahwa mereka tidak terlalu mempermasalahkan hasil dari pertandingan namun lebih pada jalannya pertandingan tersebut serta terciptanya kesatuan dari para pelajar yang tengah bertanding. "Para penonton tidak hanya melihat wakil-wakil dari Yogyakarta tapi juga menjadi suporter dari tim-tim luar. Hal tersebut membuktikan bahwa kompetisi ini bisa menjadi ajang pemersatu para pelajar dari manapun," jelasnya dengan berapi-api.
Sementara untuk hasil pertandingan lainnya, tim putri SMUN 22 Jakarta kalah tipis dari SMU YPPI Surabaya dengan skor 31 - 39, tim putra SMU Methodist 2 Medan mengalahkan SMUK 2 BPK Penabur dengan skor 45 - 19. Hasil pertandingan SMU Santa Maria vs SMU 1 Sanggatta>/b> berakhir dengan skor 41 - 24, dan SMU Bhinneka vs SMU 1 Balikpapan dengan skor 40 - 37.



Kirim Komentar