Hexos Cup Nasional 2003/2004 : "Pulang Kandang Bagi Tim-Tim Kalah"
PULANG KANDANG LEBIH AWAL MENJADI FENOMENA yang terjadi pada beberapa tim bola basket berbagai SMU dan SMK se-Indonesia yang berlomba dalam lanjutan kompetisi Hexos Cup Nasional 2003/2004 di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Tim-tim yang harus "mengepak koper" tersebut antara lain SMUN 2 Denpasar, SMU Widya Wacana Solo, SMUK 2 BPK Penabur Bandung dan SMUN 1 Balikpapan dari tim-tim putra. Sedangkan tim-tim putri yang harus pulang lebih cepat adalah SMU Loyola Semarang, SMUN 4 Makassar, SMU Stella Duce 2 Yogyakarta, SMUN 1 Temanggung dan SMU BOPKRI 1 Yogyakarta.
Tim putra SMU Widya Wacana misalnya, pada pertandingan hari ini yang menentukan maju tidaknya mereka ke seminal Sabtu (31/01) depan ternyata mengalami kekalahan dari SMU YPPI Surabaya dengan skor tipis 51 - 47. Padahal pada quarter kedua, angka mereka lebih unggul dari lawan mereka, yaitu 22 - 21. Namun sayangnya keunggulan tersebut tidak bisa mereka pertahankan pada quarter selanjutnya yang berakibat kalahnya mereka di pertandingan yang menegangkan tersebut. "Tim kami kurang bisa menjaga kondisi agar tetap stabil hingga akhir pertandingan. Padahal pada awalnya kami bisa mengungguli SMU YPPI, tapi akhirnya kami kalah juga," papar Pelatih tim SMU Widya Wacana, Didik Sahdianto yang ditemui GudegNet setelah pertandingan usai. Dijelaskannya lagi, dengan kekalahan yang mereka alami sekarang ini tidak lantas membuat mereka menyesal berkepanjangan karena masih ada kesempatan lain pada kompetisi selanjutnya. "Walaupun sekarang kami tidak bisa maju ke babak selanjutnya tapi kami tahun depan masing ada kesempatan," ungkapnya.
Kejadian serupa juga terjadi pada tim putri SMUN 2 Denpasar yang harus mengakui ketangguhan SMU Methodist Medan dengan skor 50 - 21. Seperti hari-hari sebelumnya, SMU Methodist sudah unggul jauh sejak quarter awal, yaitu 24 - 4. Berlanjut hingga quarter kedua (33 - 4) yang tanpa perlawanan sama sekali . Baru pada quarter ketiga SMUN 2 Denpasar mampu menambah angka hingga 15. Namun hasil tersebut tetap saja tidak bisa membuat mereka mengimbangi lawannya karena selisih angka yang semakin jauh hingga quarter terakhir. Tidak berbeda dengan tim putri SMU Loyola Semarang yang ternyata pula mengalami nasib sama untuk pulang lebih cepat karena dikalahkan SMU 1 Sangatta dengan skor akhir 40 - 18.
Yang menarik adalah pada pertandingan tim putra SMUN 1 Balikpapan vs SMU Diakonia Jakarta. Kedua tim sejak awal pertandingan sangat ngotot mencuri angka hingga membuat keduanya banyak beradu fisik yang mengakibatkan pelanggaran-pelanggaran. Peluit tanda time out sering terdengar pada pertandingan tersebut. Kedua pelatih kelihatan tegang dalam mengatur strategi bagi anak didiknya untuk bermain lebih baik.
Pengaturan strategi dalam jeda waktu tersebut ternyata membuahkan hasil, terbukti dengan berkembangnya permainan kedua tim hingga akhir quarter. Walaupun fisik dari tim SMU 1 Balikpapan jauh berbeda dari lawannya serta selisih bola cukup jauh (21 - 61), namun kedua tim menunjukkan kualitas yang prima dengan bertanding secara apik dan menghasilkan 3 angka dari umpanan bola-bola jarak jauh. Sayangnya kepiawaan tersebut akhirnya juga harus berhenti hari ini dan SMU 1 Balikpapan tersingkir dari ajang kompetisi ini.



Kirim Komentar