Tahun Baru Imlek Bagi Muslim Tionghoa

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

PERAYAAN TAHUN BARU IMLEK MERUPAKAN TRADISI BUDAYA masyarakat Tionghoa yang berakar mendalam pada kehidupan mereka walau telah berada jauh dari daerah asal leluhurnya, bahkan tidak lagi mempunyai komunikasi yang cukup dengan tanah leluhurnya itu. Namun tradisi merayakan Imlek ini masih tetap hidup.

"Keinginan masyarakat Tionghoa Muslim untuk merayakannya dapat saja dibenarkan dari segi prespektif syariah sepanjang hanya mengenai adat-istiadat," ucap Dr Syamsul Anwar sebagai salah satu narasumber dalam Sarasehan "Merajut Ukhuwah Menuju Masyarakat Yang Berbudaya Dalam Rangka Hari Raya Imlek" di Masjid Syuhada Sabtu (31/01) malam. Tujuan agama itu sendiri bukan mempersempit ruang gerak manusia namun justru untuk menciptakan kemasyarakatan bagi manusia, tambahnya menjelaskan.

Dosen Pasca Sarjana Fakultas Syariah IAIN ini juga menyebutkan tiga jenjang atau norma agama yang telah diwahyukan dalam al-Qur`an, diantaranya norma-norma dasar, asas-asas umum dan norma-norma kongkrit. "Bedasarkan prinsip-prinsip itu maka agama Islam saya kira juga menghormati tradisi budaya dari berbagai bangsa bahkan budaya Islam itu sendiri juga adalah budaya dari berbagai bangsa yang dibawa masuk oleh bangsa-bangsa itu bersama dengan mereka (Tionghoa) masuk ke dalam agama Islam," tambahnya.

Tampil pula dalam sarasehan tersebut sebagai narasumber Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) di Yogyakarta tiga periode sebelumnya, Budi Satyagraha dan Antropolog Fakultas Ilmu Budaya UGM, Edi Sri Ahimsa Putra. Budi mengatakan bahwa selalu ada harapan bagi masyarakat Muslim Tionghoa untuk merayakat Imlek di masjid. Baginya dengan terselenggaranya selama 2 tahun berturut-turut memberikan suatu kebagaan tesendiri bagi dirinya, baik dari sisi tradisi maupun kebebasan sebagai muslim Tionghoa.

Budi menceritakan bagaimana perjalanan panjang yang ditempuh sehingga perayaan ini dapat berjalan dengan lancar. "Banyak tekanan dari berbagai pihak untuk tidak menyelenggarakan acara ini karena mendapatkan respon yang negatif dari masyarakat yang lain," ucapnya. Budi sendiri berharap bahwa masyarakat, utamanya Islam dapat menerima perayaan ini sebagai bentuk salah satu tradisi yang dirayakan oleh Muslim Tionghoa.

"Kita bisa memahami Imlek di rayakan oleh saudara-saudara kita warga Tionghoa yang sudah masuk Islam," ungkap Edi. Ia mengatakan bahwa Imlek tidak jauh berbeda dengan hari raya Idul Fitri mulai dari kumpul keluarga, bagi-bagi angpao (uang), salaman hingga saling mengunjungi dengan lainnya. "Pikiran saya sangat-sangat mirip antara kedua perayaan tersebut, hanya memang waktunya berbeda karena latar belakang masyarakat agraris yang ketika itu belum mengenal Islam," ungkapnya. Sehingga Imlek sendiri, bagi Edi merupakan ritual menyambut musim semi yang bisa bercocok tanam. "Biasanya musim semi serba sumringah, sejuk, bunga-bunga bermekaran dan semua orang bergembira. Di Indonesia tentunya lain, tidak ada musim semi, tradisi ini terbawa dan alhamdulilah kita punya PITI yang kreatif," imbuhnya.

Edi mengatakan PITI Yogyakarta kreatif karena melakukan inovasi tehadap tradisi yang sudah ada tersebut dan baginya sangat positif. Imlek di Yogyakarta oleh PITI tersebut sebagai sebuah akulturasi yang ternyata mengokohkan integrasi sosial diantara Muslim-Tionghoa. "Kita kumpul-kumpul begini menguatkan integrasi diantara kita. Di dalam antropologi ada teori-teori mengenai rituil bahwa orang yang ikut rituil dan setelah itu muncul solidaritas," terangnya. Sehingga umat Islam yang laki-laki wajib ikut sholat Jumat sebagai bentuk integrasi dengan umat atau masyarakatnya. Edi menyebutkan bahwa Imlek gaya PITI Jogja tersebut sebuah proses akulturasi menggabungkan 2 kultur berbeda.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini