Sholat Idul Adha Ditemani Hujan Gerimis Yogyakarta
TEPAT PUKUL 07.00 WIB, DI HALAMAN BALAIKOTA YOGYAKARTA, Sholat Idul Adha dihadiri oleh ribuan umat Islam dari masyarakat sekitar hingga memakan ruas jalan yang ada di sekitar Balaikota, Minggu (01/02). Tampil sebagai imam yaitu Drs Harun Al Rasyid, tokoh masyarakat dan khotib oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Syukri Fadholi. Walau gerimis mengguyur tempat tersebut namun umat tetap sholat khusuk mengikuti hingga usai.
Dalam kotbahnya, Syukri mengatakan nilai-nilai yang bersifat positif dan kontributif perlu dipertahankan karena sudah tidak nampak lagi di era yang lebih sering disebut sebagai zaman edan. "Hilangnya nilai-nilai itu mendorong orang untuk melihat sebagai sesuatu yang bukan menjadi kewajiban untuk melaksanakannya lagi. Menjadi peringatan terhadap kita bersama dalam hidup bersama ini sebagai manusia diwajibkan untuk melakukan introspeksi diri," tukasnya.
Syukri menambahkan, terdapat 4 prinsip dasar yang harus dimiliki oleh manusia dalam rangka merombak tata moral bangsa. "Pertama, tujuan manusia hidup manusia adalah kepada Allah semata-mata. Pejabat yang akan korupsi diingatkan pada prinsip itu, maka ia tidak akan melakukannya," ucapnya.
Ia juga mengatakan bahwa Al-Qur`an harus dipandang sebagai pedoman kehidupan manusia. "Mampukah warga muslim kota Yogyakarta mengamalkan Al-Qur`an sebagai pedoman bukan sebaliknya mau membaca tapi tidak diamalkan, kalah dengan film Mak Lampir," terangnya.
Mengakhiri kotbahnya, Syukri berkata dua hal yaitu Nabi Muhammad SAW dipandang sebagai manusia keadaan bagi kehidupan manusia. Idola anak remaja sekarang sudah bukan nabi namun film catatan si Boy. "Ketika datang ke masjid, sholatnya mengalahkan kita semua, tapi pada saat si Boy pacaran dengan seseorang, Masya Allah dalam pacarannya khusuk bukan main," tukasnya disambut tawa dari umat.
Kemudian pada pk 08.00 WIB dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban sebanyak 8 lembu dan 16 kambing yang merupakan sumbangan dari para pejabat dan iuran karyawan. Sebelumnya, Kamis (29/1) telah dilakukan pelatihan pemilihan hewan kurban yang sehat hingga teknik penyembelihan yang memenuhi standar kesehatan dan memenuhi syariah Islam. Peserta sejumlah 40 orang berasal dari takmir masjid se-Kota Yogyakarta dilakukan di Subdin Kehewanan Ngampilan.
"Diharapkan setelah pelatihan, peserta bisa menularkan pengetahuan kepada yang lain," ucap Kepala Humas dan Informasi Kota Yogyakarta, Drs Wahyu Widayat. Selain 40 takmir tersebut, juga menurunkan 50 orang dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM bekerjasama dengan petugas dari Dinas Pertanian dan Kehewanan akan memeriksa dan memantau kesehatan hewan kurban.



Kirim Komentar