Hexos Cup Nasional 2003/2004 : "Tim-Tim Basket Yogyakarta Berguguran"
TIKET GELAR JUARA KETIGA BERHASIL DIAMBIL TIM PUTRA SMU YPPI SURABAYA dalam kompetisi bola basket antar pelajar SMU se-Indonesia Hexos Cup Nasional 2003/2004 yang berlangsung di GOR Among Rogo Yogyakarta semalam (1/2), dengan mengalahkan SMU Kolese De Britto dengan skor akhir 70 - 50 (30 - 21). Setelah kalah satu hari sebelumnya dalam semi final melawan SMU Diakonia Jakarta, SMU YPPI bermain ngotot sejak awal pertandingan. Tidak mau ketinggalan, SMU De Britto pun ikut bermain cepat. Akhir quater pertama, selisih angka mereka hanya 1 poin (10 - 9).
Berlanjut pada quarter kedua dan ketiga, mereka saling kejar-kejaran angka yang berkahir dengan skor 21 - 30 dan 31 - 46. Baru pada quarter keempat, SMU De Dritto mulai keteteran dan sering kehilangan kontrol bola hingga poin mereka tidak banyak bertambah. Sementara, melihat lawan mereka terlihat lengah, para pemain SMU YPPI semakin ngotot dalam mencetak angka. Lemparan bola tiga angka banyak mereka hasilkan hingga selisih angka menjadi semakin jauh hingga akhir pertandingan dan mengukuhkan tim mereka menjadi juara ketiga pada putaran final tersebut.
"Pada quarter pertama hingga ketiga kami masih sulit menghadang permainan mereka, namun akhirnya pada quarter keempat kami berhasil mencetak lebih banyak angka dan memenangkan pertandingan ini," papar Mario dan Sonny, dua pemain dari SMU YPPI Surabaya. Ditambahkan kedua pemain muda ini, mereka bisa memenangkan pertandingan selama kompetisi ini karena tim-tim tuan rumah seringkali bermain individual sehingga kerja sama tim tidak terbentuk dengan baik.
"Tim-tim tuan rumah terlalu banyak bermain individu. Hal itu memudahkan kami untuk mengungguli mereka. Walaupun demikian, permainan mereka lumayan bagus juga" papar mereka yang berhasil membawa pulang tropi dari Hexos dan uang pembinaan sebesar 700 ribu rupiah sebagai juara ketiga. Sedangkan SMU De Britto sebagai juara keempat membawa pulang uang pembinaan sebesar 500 ribu rupiah dan tropi dari Hexos.
Berbeda dengan pendapat mereka, S Suyitna, SJ selaku pendamping tim SMU De Britto mengatakan bahwa kekalahan yang mereka alami karena mereka bermain polos tanpa trik-trik tertentu. "Di kejuaraan nasional yang memerlukan trik-trik khusus membuat kami belajar untuk tidak hanya bermain polos tapi juga menggunakan strategi-strategi tertentu lainnya," paparnya. Walaupun demikian, kekalahan SMU De Britto bukan karena tim mereka tidak bermain maksimal. Ia mengamati selama pertandingan berlangsung , anak-anak didiknya telah melakukan yang terbaik bagi sekolah mereka, karena itulah ia bersama timnya tidak merasa menyesal atas kekalahan yang mereka alami.
Sementara, tim putri yang berhasil menjadi juara ketiga adalah SMU Methodist 2 Medan yang berhasil mengalahkan tim tuan rumah SMU Santa Maria dengan skor akhir 68 - 42 (30 - 27). Perebutan angka berlangsung sejak awal pertandingan. STAMA berhasil unggul terlebih dahulu di quarter pertama hingga kedua dengan skor 13 - 11 dan 30 - 27. Namun keadaan berbalik di quarter ketiga hingga akhir pertandingan, SMU Methodist berhasil mengungguli mereka dengan skor cukup jauh, 38 - 51 dan 42 - 68 dan akhirnya membawa SMU Methodist 2 Medan sebagai juara ketiga tim putri pada turnamen sekarang ini.



Kirim Komentar