Kelompok Mandala Meriahkan Pembukaan Pameran SEN

Oleh : setya hadi nugroho / Senin, 00 0000 00:00

PEMBUKAAN PAMERAN SEN KARYA RIE WARANABE DAN KONOMI SUGARA berlangsung meriah dengan menampilkan kelompok musik Mandala, Selasa (03/02) malam di Auditorium Lembaga Indonesia Perancis, Jalan Sagan No 3 Yogyakarta. Walaupun cuaca kota Yogyakarta mendung dan sekalipun penampilan mereka tertunda selama satu jam dari rencana semula yang akan dimulai pada pukul 19.00 WIB, tetap saja auditorium LIP tumpah ruah oleh penonton dalam negeri dan luar negeri. Pameran SEN sendiri akan berlangsung hingga Selasa, 10 Februari 2004.

Ranto (bass-Mandala), mahasiswa Institut Seni Indonesia jurusan Seni Musik, mengatakan jenis musik yang mereka usung adalah etnik modern. Benar saja, karena banyak sekali alat-alat seni etnik tradisional dimainkan dan menghasilkan bunyi-bunyian indah. Gamelan Jawa, siter, kendang Sunda, seruling bahkan juga campuran bunyi drums, keyboard, terompet, klarinet, hingga mandolin dari Kanada pun ikut unjuk suara semalam hingga selesai pukul 21.15 WIB.

Mengapa bisa begitu banyak alat musik yang mereka mainkan? Terutama karena pemimpin kelompok musik mereka yang berkebangsaan Swiis, Eric, rajin berkelana ke berbagai negara. Konon, kelompok musik Mandala yang bermusik di Indonesia ini sudah ada di berbagai negara yang pernah dikunjungi oleh Eric, seperti Thailand dan Vietnam, dengan nama yang sama namun dengan pemain musik yang berbeda di setiap negara.

Kejelian dan “taste” Eric memilih beberapa pemain musik untuk tergabung dalam Mandala nampaknya tidak lagi diragukan. Beberapa pemain dari Mandala pun tidak asing pernah terlihat di berbagai pentas musik terutama untuk lokal Yogyakarta. Tony Maryana dan Pramono yang juga player untuk kelompok musik perkusi Gebu’in nampak disana mempertontonkan kebolehannya dalam menabuh gendang. Begitu pula dengan Pramono yang merupakan additional player bagi Gebu’in memainkan saxophone tetap mendapatkan tempat yang istimewa.

13 orang di atas panggung auditorium LIP yang tergabung menyemarakan acara pembukaan itu. 11 orang pemain musik, seorang vokalis dan seorang perempuan bernama Konomi Sugara yang nampak sibuk, serius dan konsentrasi penuh membuat lukisan di atas panggung secara live. Dua kanvas putih sama besar, yang semula bersih akhirnya bisa dipenuhi oleh Konomi dengan gambaran ular dan buaya yang berada di dalam perairan. Lukisan inipun selesai bersamaan dengan pertunjukan musik yang dimainkan oleh Mandala.

Beberapa komposisi musik yang juga telah melewati tahap recording, dimainkan, diantaranya Sumateyo, Jogja Gypsi, Sakura, Green Village dan Dapukanawe. Penjualan CD musik mereka juga dilakukan bersamaan dengan pembukaan pameran Sen. Riuhnya tepuk tangan penonton dan hamburan ucapan selamat tak henti-henti menghampiri para pemain Mandala. Apalagi karena jenis musik yang mereka mainkan jarang terdengar di telinga orang-orang awam.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini