Klinik Musik Dukung Kemampuan Musisi Lokal
KLINIK MUSIK YOGYAKARTA SELAMA DUA HARI mampu menyedot penggemar musik dan musisi lokal, sejak Sabtu (7/2) pagi hingga Minggu (8/2) di Sekolah Musik Hanna, Jl Gejayan, dengan menyelenggarakan dua rangkaian acara berupa Klinik Musik dan Band Festival. "Acara yang sifatnya terbuka untuk umum ini membahas mengenai teknik pemain dan juga demo produk alat musik terbaru. Penonton yang mengikuti acara juga diperbolehkan untuk mencoba alat musik itu dan unjuk kebolehan seberapa jauh skill yang mereka punyai," tukas Ketua Penyelenggara, Nur Herwiyanti.
Saat ditemui GudegNet, Nur mengatakan walau acara tersebut baru dilakukan pada tahun ini, beserta Hanna Musik dan Crescendo akan melakukan kembali pada tahun berikutnya secara rutin. "Kami akan membuat acara ini tiap tahun melihat antusiasme masyarakat yang mengikuti selama dua hari. Tentunya yang lebih meriah lagi pada hari Sabtu ketiga musisi melakukan kolaborasi di atas panggung," ucapnya. Ketiga musisi yang disebutkan Nur, yaitu Iwan (Gitaris X Wong), Remmy (Drummer X Wong) dan Budiman (Bassis Topeng Band).
Ketiga musisi dengan spesialisasi mereka tersebut mampu tampil atraktif di panggung dengan setting background hitam dengan pancaran sinar biru dari belakang panggung membuat suasana panggung lebih hidup. Walau tempat yang disediakan pantia kurang memadai dengan banyaknya pengunjung hingga harus menonton di luar basement, bukan berarti acara tidak dapat dilangsungkan hingga usai. Kemeriahan selama dua hari tersebut menjadi lebih hingar-bingar ketika dilakukan pemberian hadia kejutan pada penggunjung yang melihat klinik dan festival band tersebut.
Pada Minggu (8/2), setelah melakukan pendaftaran sebesar Rp 15.000, dengan dibatasi sebanyak 30 grup band akan mendapatkan piala serta alat musik serta amplifier dari penyelenggara. Tentunya dengan `iming-iming` hadiah sebanyak itu, setelah pendaftaran memenuhi kuota, masih ada saja band yang terus berusaha untuk ikut serta. "Kami hanya membatasi pendaftaran sebanyak 30 grup band dan tentunya tidak menganut aliran underground. Kami lebih spesifik ke pop dan alternatif, bukannya mengenyampingkan yang lain tapi kita mencari pendengar musik dengan besarnya peminat pada kedua aliran tadi," imbuhnya. Tiap band yang tampil di panggung yang berada di basement Hanna Musik tersebut diberikan kesempatan untuk membawakan dua lagu bebas.
Tampak pemain band dan penonton yang berbaur menjadi satu sebanyak seratus lebih tersebut tetap memberikan apresiasi positif pada band yang baru saja menyelesaikan dua lagunya. Acara Festival band yang berakhir pada pk 18.00 WIB tersebut, dari 30 band yang ikut serta dipilih tiga band masing-masing, Juara I untuk DART Band, Laba-Laba Band pada Juara II dan Urutan ketiga dipegang oleh Klussium Band.



Kirim Komentar