Pameran "Membaca Diri" Refleksi Kegelisahan Perantau Riau

Oleh : Argo Jatmiko Mulyo / Senin, 00 0000 00:00

BERANGKAT DARI KEPRIHATINAN DAN KEGELISAHAN PARA PERANTAU RIAU secara sosio-kultural yang tercerabut akarnya dari induk kebudayaan mereka, ada satu kesadaran bangkit dari individu-individu dalam Rumah Seroja (Rumpun Mahasiswa Seni Riau Yogyakarta). Pameran seni rupa, Fotografi dan Bazar buku bertema Membaca Diri yang digelar di Galeri ISI Yogyakarta Jl. Parangtritis Km.6, merupakan salah satu realisasi program kerja pertama kali yang digelar oleh Rumah Seroja. Pameran yang dibuka 8 Februari 2004, Pkl. 10.00 Wib tersebut, dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Kota Yogyakarta Bahtanisyar Basyir, SE.

Menurut Muh.Yulidin, ketua panitia pameran tersebut mengatakan bahwa latar belakang dari kegiatan ini yaitu dari rasa kegelisahan antar individu mahasiswa Riau yang merantau ke Yogyakarta dalam mencari ilmu di bidang seni untuk membuat perkumpulan dalam berkreasi, berkarya, dan berdiskusi, sehingga pada 11 September 2003 yang lalu terbentuklah kelompok atau organisasi yang bergerak di bidang seni, baik seni rupa, seni pertunjukan dan seni media rekam Rumah Seroja.

Dalam pameran tersebut, wacana "Kampung Halaman" sangatlah kental. Dengan tema Membaca Diri segera teraba arah dan orientasi pameran ini. Basis para penghuni Rumah Seroja berisi mahasiswa-mahasiswa seni yang berasal dari Riau, maka satu hal yang mencuat adalah pertanyaan atas identitas kultural yang kelak diharapkan dapat memberi spirit bagi proses kreatif para calon seniman ini.

Namun, sebuah resiko geografis segera menjadi kendala bagi para perantau untuk menunjukkan eksistensi dirinya, baik dalam kancah pergaulan sosial, terutama dalam konteks kreativitas. Saat harus berkumpul dalam satu rumpun, dan berkeinginan satu yaitu hendak berbuat sesuatu bagi kampung halaman, suasana itulah yang kemudian erat kaitannya dengan wacana perumusan "Kampung Halaman" dalam karya seni secara umum. Ini terlihat dari karya-karya yang dipamerkan seperti "Omah Gadang" karya Edy Syaputra, "Cik dan Puan" karya Rosi Atali, suasana Kampung Halaman mendominasi pameran ini.

Pameran yang akan digelar hingga 14 Februari 2004 tersebut, dibuka dengan Performance Art "Ini Milik Siapa", serta tarian "Zapin" khas Riau oleh Mahasiswa-mahasiswa ISI Yogyakarta. Pameran tersebut juga dihadiri Rektor serta Staf pengajar ISI Yogyakarta.

Tema "Membaca Diri", merupakan titik awal Rumah Seroja sebelum melangkah lebih jauh kedepan. Ibarat bayi baru lahir, umbun-umbunnya masih sangat rentan terhadap benturan berbagai gejolak kehidupan. Semangat serta niat baik tetap menjadi motivasi tersendiri bagi terealisasinya sebuah cita-cita bersama membangun "Kampung Halaman" dengan sentuhan-sentuhan estetis. Memberi tawaran konstribusi positif bagi pembangunan masyarakat Riau yang berperadaban.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini