Amatiran Tidak Selalu Amatir Dalam Forum Komunikasi Club Fotografi
KEAMATIRAN DALAM DUNIA FOTOGRAFI TAK MENYUSUTKAN SEMANGAT KARYA para fotografer pemula (amatir). Hal tersebut coba diungkapkan oleh Risman Marah (Dosen FSMR ISI Yogyakarta) dan Herry, pemilik Herry Profesional Studio yang selama beberapa hari luntang-luntung ikut serta larut dalam kesibukan yang dilakukan oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Club Fotografi (FKCF) Perguruan Tinggi se-DIY selama sepekan sejak Rabu (11/02) - Selasa (17/02) di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.
Kedua pembimbing ini terlihat tak punya lelah untuk membantu para fotografer muda hingga even mereka selesai. Kepada GudegNet, Risman mengatakan bahwa merasa kaget karena hasil mereka tersebut tergolong luar biasa dan sepertinya digarap oleh orang yang sebetulnya bejalar foto secara profesional.
"Lha ini dikerjakan oleh anak-anak yang belajar secara sporadis, ya katakanlah 1 semeter atau ikut klub fotografi kampus walaupun di antara mereka banyak juga yang sudah ketemu di kelas-kelas saya sebelumnya. Yang lebih penting lagi, saya kagetnya lagi kok karya mereka bisa memenuhi ruangan benteng yagn begitu besar," tukasnya.
Risman mengatakan, untuk selanjutnya diperlukan taktik atau strategi khusus untuk mempertahankan kelanjutan dari persatuan mereka yang baru saja terbentuk agar tidak hanya sekali ini saja. "Jadi saya sangat ingin menjadikan Jogja sebagai kota mahasiswa. Kalau secara pribadi, saya menganggap ini sudah masuk dalam kategori sukses dan sudah pantas untuk disebut kota fotografi terpusat di Yogyakarta," tuturnya.
Risman berharap yang menyebutkan Yogyakarta sebagai kota fotografi mahasiswa adalah orang lain, terutama dari luar kota dan bukan dirinya atau fotografer yang berdomisili di Kota Gudeg ini. "Masak saya meng-kecapkan sendiri, ide saya kok dipuji sendiri. Tapi sesungguhnyalah bahwa kegiatan fotografi di Yogyakarta inilah yang paling banyak dilakukan dan selalu ada tiap bulannya," tambahnya.
Menjawab pertanyaan GudegNet mengapa foto seremonial atau `manten` tidak terpampang di antara salah satu karya yang didisplay, Risman mengungkapkan bahwa kalau bukan seni foto akan repot untuk dipamerkan. "Ya seperti yang mas bilang tadi, foto dokumentasi manten akan sangat sulit untuk dipamerkan," terangnya. Risman berharap mereka berkreasi di bidang fotografi seni itu baru enak dipamerkan.
Herry yang dihubungi secara terpisah mengungkapkan bahwa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) luar kota harusnya melihat dan berusaha untuk mengadakan acara yang serupa di Yogyakarta. "Bukannya tiru-tiru atau tidak punya pendirian namun ikut serta dalam perkembangan fotografi di lingkup mahasiswa. Di luar Yogyakarta, banyak universitas yang lebih besar dan megah daripada yang ada di Yogyakarta, tapi kenapa mereka dari dulu tidak buat acara semacam ini jika mereka mengkalim punya klub fotografi yang maju," ucapnya dengan mempertanyakan kepada GudegNet.
Fotografer senior yang memiliki studio di kawasan Jln KHA Dahlan tersebut mengungkapkan kesalutannya dengan mengumpulkan 10 UKM dalam satu wadah yang memiliki kesamaan niat atau hobi, yaitu fotografi. Kesepuluh klub tersebut display 300 lebih karya fotografi dalam ruang pameran tersebut terdiri atas SAFA Akindo, RPC UMY, Stiehunt YKPN, Fotkom 401 UPN, Lensa UAD, Silhouette UPN, Serufo UNY, UFO UGM, Semar Mesem UMY dan Bejo Mulyo UGM.
Mengomentari kata `amatir`, Herry mengatakan bahwa 10 klub tersebut dapat disebut sebagai amatiran. "Tapi amatiran di sini bukan berarti amatir jualan foto lho, tapi just hobby. Mereka berani mengungkapkan dan itu yang jadi kunci penting acara selama sepekan ini," ucapnya. Hobi semacam fotografi memiliki biaya yang lebih besar dari pada bisnis fotografi (money oriented).
"Kalau you datang ke saya untuk motret suatu acara ya ada itung-itungannya, tapi kalau hobi, aku ke ujung sana sampai ke ujung kulon dan motret ke mana-mana yang menghabiskan biaya banyak yang belum tentu ada hasilnya tapi rasa puas lebih besar dan uang yang dikeluarkan tidak ada apa-apanya," mengakhiri perbincangan dengan GudegNet.



Kirim Komentar