Mensos Wakili Wapres Buka Kongres Anak IV Yogyakarta

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

SELAMA INI YOGYAKARTA DIKENAL DAN DIKANGENI MASYARAKAT UMUM sebagai kota yang penuh kenangan dengan berbagai predikat `kota pelajar`, `kota budaya`, `kota perjuangan` hingga `kota gudeg`. Terlepas dari berbagai predikat tersebut, yang pasti kota Yogyakarta merupakan tempat bertemunya berbagai macam kalangan dari berbagai daerah serta bermuaranya aneka macam tradisi yang kadang terkesan paradoks, namun sejauh ini memberikan warna bagi proses tumbuh kembangnya anak.

Menteri Sosial RI, Bachtiar Chamsyah, yang mewakili Wakil Presiden RI, Hamzah Haz, membuka Kongres Anak Indonesia (KAI) IV didampingi oleh Gubenur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Ketua Komnas Perlindungan Anak DR Seto Mulyadi (Kak Seto), BRAy Prabukusumo serta Ny Untaryo Wakil Ketua KAI IV Yogyakarta. Mengomentari pertanyaan mengenai keterlibatan anak dalam masa kampanye, Mensos menjawab bahwa dunia anak adalah dunia untuk bergembira, bermain dan belajar, kalau sejak kecil diajak ikut serta dalam kampanye Pemilu secara psikologis tidak membuat anak-anak baik.

"Pada umumnya didalam praktek kampanye Pemilu adalah sarana salah satu sarana pendidikan politik dan biasanaya jurkam jika sudah berpidato berapi-api dengan massa yang banyak itu bisa silat dan bahasa-bahasa yang keluar tidak mendidik. Sesuai dengan Undang-Undang No 23/2002 itu melarang anak-anak diikutsertakan dalam kegiatan politik," tukasnya Rabu (18/2) siang di Gedung Pasca Sarjana AMI Yogyakarta.

Sultan sendiri mengungkapkan, saat menyaksikan KAI tersebut masih ada jutaan anak di negeri ini sedang terpuruk dalam kehidupan yang mengerikan. "Terserak di jalan-jalan berdebu sebagai pengemis, pengamen bahkan pencopet atau terkapar di tenda-tenda pengungsian. Belum terhitung mereka yang menjadi pekeja paksa di pabrik-pabrik atau jermal di tengah laut lepas," ucapnya. Sultan HB X menambahkan bahwa apa yang dialami buruh anak di sana tidak lebih baik daripada rekan-rekan mereka di tenda-tenda pengungsian maupun kolongan jembatan.

Kongres kali ini yang mengusung sub-tema "Marilah Kita Hentikan Segala Bentuk Eksplorasi, Diskriminasi, Kekerasan dan Penelantaran Anak", dengan visi dan harapan seperti itu, Sultan mengajak KAI untuk sukseskan bersama dengan harapan lanjut bahwa hasilnya nanti termasuk dalam penyusunan Deklarasi Anak Indonesia 2004 juga dicapai melalui partisipasi aktif Peserta Anak Indonesia sebanyak 350 orang dari berbagai propinsi Indonesia dalam proses pengambilan keputusan.

Penyelenggaraan KAI telah diawali dengan pelaksanaan Forum Anak Daerah disetiap propinsi untuk memilih Duta Anak Daerah. Selama dua hari telah dilaksanakan pembekalan Fasilitator Anak dan menetapkan fasilitator anak pada kongres tersebut. "Kemudian anak-anak akan melanjutkan dalam sidang-sidang komisi yang membahas permasalahan seputar pemenuhan dan perlindungan hak anak di Indonesia untuk menghasilkan Deklarasi Anak Indonesia 2004/2005. Selain itu, KAI ini juga menyelenggarakan Malam Budaya Anak Indonesia bersama Bapak Menteri kebudayaan dan Pariwisata serta GKR Hemas," tegas Seto Mulyadi.

Pada hari terakhir, peserta anak akan memperoleh Pendidikan Budaya (Culture of Education) melalui kunjungan wisata ke desa wisata kerajinan Kasongan, Museum Keraton dan Candi Borobudur.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini