Catatan Perjalanan Penjualan Anak di Malaysia

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

Melati (17) --bukan nama sesungguhnya-- masih merasa trauma atas kejadian yang ia alami setahun lalu. Cita-citanya menjadi seorang penyanyi di negeri seberang kandas oleh perilaku dan jaringan internasional penjualan anak. Dalam mengurus paspor, Melati menaikkan umurnya 3 tahun lebih tua (tahun lalu) menjadi 19 tahun untuk prasayarat dalam mengurus ijin bekerja di luar negeri. Melati sebelumnya sebagai penyanyi band di sekolahnya asal Pontianak. Karena sesuai dengan hobinya, Melati bersedia dan guna membantu orang tua dalam menambah pendapatan keluarga.

Salah satu peserta Kongres Anak Indonesia (KAI) IV Yogyakarta tersebut saat berbincang dengan GudegNet masih mempelihatkan kondisi yang shock dan penuh tekanan batin akibat sakit fisik yang ia alami beberapa waktu lalu. "Kebetulan juga agen yang mengurusnya ke Kuching Malaysia adalah saudaranya sendiri bernama Fatimah bahkan masih memiliki ikatan darah yang kuat. Hal itu menyebabkan mengapa Melati percaya betul," ucap Rachma Fitrianti, Komnas Perlindungan Anak.

Melati menyanggupinya dan ketika sudah sampai di negeri seberang, ia malah disuruh untuk `belajar kelamin` --istilah malayasia yang berarti belajar berbuat seks-- dan disuruh untuk ke klinik. "Saya baru sadar setelah itu bahwa saya sudah masuk perangkap," tukas Melati yang masih kental dengan dialek Melayu. Di sisi lain, paspornya tidak berada di tangannya. "Jadi untuk masalah ini selalu bermasalah di paspor dan selalu dipalsukan dengan menaikkan usia karena ketika dicek usia anak baru berumur 18 tahun," lanjut Rachma.

Karena tahu bahwa umur Melati masih dibawah batas yang ditentukan, Agen tersebut mengangkat usia Melati dan supaya korban tidak lari secara sengaja agen memegang semua dokumen. "Dan kalau biasa `trafficing` (perdagangan manusia-red) bersama dengan yang lain dikumpulkan pada satu rumah di Kuching lalu dipencar ke mana-mana," tukas Rachma. "Bareng-bareng tiga orang, dipencar supaya tidak bisa membaca jalur trafficing ini. Seperti rumah biasa tapi pagarnya tinggi sehingga tidak bisa melihat keluar, jadi orang yang lalu lalang tidak merasa penasaran," ungkap Melati.

Ia baru sadar setelah dipaksa untuk ke klinik dan `belajar kelamin` dan disalahgunakan serta dieksploitasi untuk pekerjaan yang sebenarnya tidak diperkenankan oleh Pemerintah Malaysia sekalipun. "Teman-teman dipencar kebeberapa rumah bordil sedang saya dibelikan make-up dan pakaian, kalau tidak mau akan dipukul oleh laki-laki," pengakuan Melati. Fatimah agen dari Pontianak menjual Melati melalui kaki tangannya ke orang lain yang notabene berkewarganegaraan Malaysia. "Ciri khasnya trafficing adalah korban selau berputar dan dioper ke orang lain sehingga tidak bisa dilacak sampai pada tangan ke sekian kali," lanjut Rachma.

Pada saat itu, ada penggebrekan oleh Polisi Malaysia dan Melati yang berada di lantai tiga didorong oleh "Mami" supaya tidak tertangkap, jika tertangkap Mami tersebut akan diciduk oleh petugas setempat. "Saya mengalami patah tulang punggung, tangan kanan dan kaki kiri. Saya jatuh di atas aspal dalam kondisi yang tidak sadar, ketika sadar saya sudah berada di rumah sakit. Saya sendiri diklaim melakukan tindakan bunuh diri oleh polisi Malaysia," ungkapnya.

Setelah mendatangi ke konsulat, ia diantar ke perbatasan dan ditinggalkan begitu saja. "Saya pulang naik bis umum dan sama sopirnya tidak boleh tidur lalu diantar ke RS Sudarso. Lalu ada orang yang menelpon orang tua saya ke rumah bahwa saya sudah di rumah sakit untuk dijemput pulang," tegas Melati sambil menghilangkan tetesan air mata yang terus mengalir ke bawah. Didampingi Rachma dan Eli Hakim Komnas Anak Gugus Daerah Pontianak, Melati beberapa detik sering menerawang peristiwa naas yang menyelimutinya dan terus menghantui hingga sekarang.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini