PSS Kembali Menangkan Pertarungan Kandang

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

DENGAN MENGGULUNG SEMEN PADANG 1-0, tentunya tuan rumah yang bertanding di Stadiun Tridadi Sleman pada Minggu (22/2) sore dapat mengantongi angka penuh atau tiga poin. Sepanjang pertandingan 2 x 45 menit tampak awan tebal di atas stadiun, tidak berarti menghentikan pertandingan duel yang begitu seru. Satu gol tersebut disumbang oleh Seto Nurdiyanto dengan nomer punggung 55 pada menit ke-26. Hingga pertandingan usai, terjadi 5 kali akumulasi kartu baik itu kartu kuning maupun kartu merah yang kebanyakan diraih oleh Semen Padang yang harus bertahan dengan 10 pemainnya menahan gempuran kesebelasan Slemania yang beberapa kali mencoba menusuk jantung pertahanan lawan.

Deca Dos Santos selaku kapten tim memotori rekan-rekannya untuk membuahkan beberapa kesempatan gol, namun hanya mampu digunakan secara maksimal pada menit ke-26 oleh Seto. Gol Seto sendiri tercipta ketika A A Feirera Dos Santos atau lebih dikenal dengan sebutan `Leke` melakukan tendangan dari sudut gawang namun dapat digagalkan oleh Zulkarnain Zakaria kiper Semen Padang. Namun Zulkarnain tidak mampu mengendalikan bola secara penuh sehingga terjadi `bola lepas` dan kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh Seto dengan memberikan sentuhan ringan dengan kaki kanannya ke arah gawang sehingga merubah kedudukan menjadi 1-0 bagi PSS Sleman.

Pelatih PSS Sleman, Daniel J Roekito yang menurunkan 4 pemain asing seperti Anderson Da Silva, Deca Dos Santos, Marcelo Braga dan Leke pada peluit pertama sebagai strategi mempercepat permainan dan menguras tenaga lawan ternyata belum maksimal. "Semestinya striker banyak bergerak bukannya diam saja. Minimal bergerak untuk membuat ruang bagi temannya yang lain karena kedua striker saya diam saja dari tadi," ungkapnya. Daniel juga menyebutkan bahwa ia menyukai pemain-pemain muda yang diturunkan pada babak kedua, jika prediksinya akurat akan menjadi `pemain jadi` semua.

Akumulasi kartu kuning sendiri sudah terjadi sejak menit ke-10 oleh Amir Hamsyah yang disusul oleh Carlos Renato Elias pada menit ke-19 yang kedua adalah pemain Semen Padang. Kemudian pada menit ke-33, Antonio Claudio melakukan takling keras kepada salah satu pemain PSS dan dihadiahkan kartu kuning oleh wasit Drs Suprihatin sehingga mencatatkan Semen Padang pada babak pertama sudah memiliki tiga pemain dengan akumulasi kartu. Suprihatin kembali mengangkat tangannya dengan kartu warna merah kepada pemain Semen Padang dengan nomer punggung 27 alias Antonio Claudio yang sebelumnya mendapatkan kartu kuning kedua karena tidak menggubris sempritan wasit untuk menghentikan pertandingan dan ia tetap menendang bola mati sehingga dianggap sebagai pelanggaran technical fault.

Sialnya lagi, bola hasil tendangan keras Antonio tersebut mengenai langsung dada wasit yang wasit bebepa detik kesulitan bernapas. Dengan kondisi demikian, diawali dengan ke`ngeyelan` pemain Semen Padang dan rasa sakit yang diderita wasit, suka tidak suka Suprihatin mengeluarkan kartu merah dari kantongnya dan menyuruh Antonio melihat rekan timnya bertanding dari pinggir lapangan. Kontan, merubah jumlah pemain klub asal Padang menjadi 10 orang.

Dari kubu PSS Sleman sendiri, akumulasi kartu kuning diberikan kepada Anderson Da Silva pada menit ke-59. Ia juga menyayangkan pada anak-anak asuhnya karena tidak dapat memanfaatkan peluang dalam menambahkan gol. Francis Wollo, pemain PSS Sleman yang mengalami cedera patah tulang kaki kanan dalam pertandingan beberapa waktu lalu melawan PS Lamongan mengungkapkan bahwa jika rekan-rekannya tergesa-gesa maka akan sulit untuk melakukan desakan ke mistar lawan Semen Padang. Wollo sendiri tampak duduk bersebelahan dengan GudegNet sembari mengeluarkan beberapa komentar dari pertandingan yang sedang berlangsung.

Mengomentari pertanyaan tentang mendatangkan pembina wasit dari luar, Pelatih Semen Padang, H Suhatman I mengungkapkan, perlunya dilakukan pengaturan ulang atas wasit jika tidak siap, tidak sanggup bahkan pusing ketika dihadapkan pada keputusan yang tegas di dalam lapangan hijau. "Dia (wasit-red) seharusnya juga melihat keputusan-keputusannya, sama juga harus belajar. Keputusan itu tidak benar, salah memprediksi atau menyatakan yang tidak offside menjadi offside kan gitu," tambahnya dengan nada tinggi.

Suhatman mengajak untuk sama-sama belajar dan menjadi kebutuhan untuk dilakukan beberapa koreksi. "Dengan situasi yang begitu cepat, wasit juga harus cepat pula mengatasi dan memberi keputusan. Buat saya, saya terima kok, nggak protes kan?," mengakhiri wawancaranya dengan wartawan.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini