Pentas Monoplay "Dua Perempuan Satu Laki-Laki" di KKF
MENUTUP GELARAN KEDAI KEBUN FORUM PADA BULAN FEBRUARI, situs budaya ini justru memulai program Monoplay, program sastra dan teater. Kedai Kebun Forum (KKF) menampilkan pentas Monoplay bertajuk "Dua Perempuan Satu Laki-Laki" dengan tiga aktor, yaitu Monik Dian Arimami (eks Teater Gadjah Mada), Elisabeth Christine (mahasiswi jurusan teater ISI), Arif Kriying (alumnus jurusan teater ISI). Ketiganya tampil pada hari Senin 23 Februari 2004 pukul 20.00 di KKF, Jl. Tirtodipuran no. 3 Yogyakarta.
Ketiganya mempermaikan cerpen-cerpen karya Ikun Eska. Christine memanggungkan cerpen "Telapak Tangan di Wajah Senja". Arif Kriying memainkan "Lelaki Pincang Yang Mencari Dewa" yang merupakan gabungan dua cerpen; `Bayi yang Membunuh Bapaknya dan Mengawini Ibunya` dengan cerpen "Kematian Burisrawa". Dua cerpen lain; Perempuan Dalam Tarian Kabut dan Kanak-Kanak yang Dibunuh Bapaknya dalam Impian, dimainkan oleh Monik.
MONOPLAY, merupakan program yang menggabungkan aktivitas "sastra dan teater" yang akan diberlangsungkan setiap dua bulan sekali. Sebagai sebuah permainan tunggal dari seorang aktor, narasi yang dibawakan diambil dari karya-karya sastra. Pengembangan teks itu dari jagat sastra ke jagat panggung sangat bergantung pada kreatifitas penciptaan. Program ini digagas dengan berbagai pertimbangan antara lain menawar ruang apresiasi dunia sastra yang biasanya bersifat personal dan privat menjadi aktivitas yang sifatnya komunal. Teater yang biasanya dimainkan oleh sejumlah aktor, dalam monoplay aktor dituntut untuk bermain sendiri.
Tantangan ini menjadi pancingan untuk aktor untuk semakin menggali potensi kreatifitas dalam panggung. Sedikit berbeda dengan monolog, yang tersirat bahwa genre teater ini, menyarankan pada hadirnya satu tokoh cerita, dalam monoplay, kemungkinan banyaknya tokoh cerita sangat terbuka, sehingga seorang aktor dituntut mengolah kreativitasnya dalam penghadiran tokoh-tokoh itu di atas panggung.
Dengan panggung sederhana, pentas yang menampilkan 3 aktor dengan durasi masing-masing sekitar 20 menit ini berakhir pada pukul 21.30 WIB. Gaya berpakaian mereka terhitung sederhana. Memakai baju bergaya casual-sporty, mereka memainkan monoplay ini dengan gaya bercerita yang diselingi dengan bernyanyi dan berakting. Christine tampil dengan membawa sebuah boneka dan sekaleng minuman. Ia memanggungkan monoplay ini dengan menyelinginya dengan minum dan memeluk boneka Santa Claus itu dalam monoplay "Telapak Tangan di Wajah Senja".
Penonton tampak puas dengan permainan monoplay mereka dengan memberikan applaus panjang saat ketiga aktor tampil di atas panggung di akhir acara.



Kirim Komentar