PSS Kembali Raih Poin Penuh Atas Persita Tangerang
PSS SLEMAN BERTANDING MELAWAN PERSITA TANGERANG BERAKHIR 2-1 di Stadiun Tridadi Sleman Rabu (25/2) sore. Komposisi gol dari kedua tim tersebut muncul dari Feriera Dos Santos `Leke` pada menit ke-12 dan Seto Nurdiantoro di babak kedua menit ke-56 untuk PSS, sedangkan Persita disumbangkan oleh Ilham Jaya Kesuma pada menit ke-63. Sebelum pertandingan, hujan memang sudah mengguyur lapangan bahkan hingga usai pertandingan dan sempat terjadi beberapa insiden antar pemain kedua kubu karena suhu permainan di rumput hijau begitu tinggi.
Dalam pertandingan kandang terakhir sebelum memasuki masa liburan karena masa kampanye, gol pertama PSS tercipta melalui umpan bola oleh Seto dari pinggir lapangan membuka ruang kosong di depan mistar lawan sehingga Leke dengan cepat melihat peluang tersebut untuk menyumbangkan angka pertama bagi kesebelasan Slemania pada menit ke-12 atas Persita Tangerang.
Untuk gol kedua yang diberikan oleh Seto berawal dari umpan panjang oleh sang kapten Deca Dos Santos dari tengah lapangan dan diterima oleh Seto persis di depan jaring lawan. Kiper Persita Sofian Hadi melihat kondisi tersebut sebagai ancaman sehingga ia berinisiatif maju untuk menghalau bola. Namun Seto mengecoh Sofian dengan membuat bola melambung di atas tubuhnya yang `pendek` sehingga tak tersentuh dan masuk dengan mulus ke gawang. Bahkan pemain belakang Persita juga tak dapat berbuat banyak walau sudah berusaha untuk mengeluarkannya, namun bola lebih cepat melaju daripada jegalan pemain belakang untuk menghentikannya.
Kegembiraan PSS Sleman atas golnya kedua membuat lengah beberapa menit sehingga dapat dibaca oleh lawan yang dilakukan oleh Ilham pada menit ke-63. Gol Ilham muncul setelah mendapat perlawanan keras dalam menghalau bola dari kiper PSS Joice Sorongan sehingga mau tidak mau tim dengan konstum hijau-hijau harus menerima kenyataan dengan merubah keadaan 2-1 di babak kedua. Kondisi tersebut bertahan hingga akhir pertandingan selama 2x45 menit.
Di dalam lapangan juga sempat terjadi insiden antar kedua klub karena bertabrakan dalam memperebutkan bola. Di menit ke-16, 46 dan 76, kedua tim nampak memperlihatkan suasana yang panas sehingga kejadian kecil yang terjadi dengan anggota lain bisa memicu rekannya melakukan adu mulut yang berbuntuk saling mendorong.
Bagi M Basri Pelatih Persita Tangerang, kondisi dilapangan lebih pada faktor wasit Ali asal Magelang di lapangan. "Yang jelas perangkat wasit itu harus laksanakan fairplay sehingga tidak merugikan baik itu tuan rumah maupun team tamu. Mudah-mudahan PSS tidak mengalami hal yang sama ketika bertanding saat melakukan pertandingan tandang dan tidak membuat mereka `gelo` jika mengalami hal yang sama," tukasnya.
Basri merasa prihatin ketika para pemain jatuh-bangun di lapangan namun wasit tidak berbuat banyak. "Bagaimana konsistensi PSSI jika caranya begini?," lanjutnya. Mengomentari tentang menit-menit terakhir pada babak kedua, pihak Persita terlihat belum dapat menerima keadaan karena diberhentikan wasit secara mendadak yang menandakan pertandingan usai tanpa injury time. "Kami pakai stopwatch, ada yang diberhentikan waktunya dan ada juga yang dijalankan terus. Seharusnya dia (wasit) fairplay, apa sih artinya wasit itu kalau tidak mau mengikuti sepakbola," lanjutnya.
Basri beserta yang lain terus menghimbau untuk memberikan keputusan yang adil kepada kedua tim saat bertanding. "Saya tidak menyalahkan Sleman main ngotot, bagus dong dan memang harus begitu. Jangan mau kalah dikandang," tegasnya. Pelatih Persita juga mengingatkan pada wasit untuk harus mengimbangi dengan keputusan yang real. "Nantinya pun kalau perlu kami tuan rumah dikasih penalti dan dengan beberapa kali kalah dikandang saya anggap wajar to asal fair," tukasnya.
Sedangkan Daniel J Roekito Pelatih PSS Sleman mengakui materi pemainnya masih kalah jauh dibandingkan dengan lawan. "Mereka yang sudah berpengalaman dan berkumpul selama 6 tahun tentunya punya materi pemain yang berkelas sedangkan kita masih belajar. Pemain yang matang dengan sedikit peluang bisa masuk sedangkan pemain yang masih belajar akan susah sekali," tambahnya.
Daniel sebenarnya ingin semua anak asuhnya bekerja maksimal dengan melihat realitas bahwa Persita Tangerang merupakan lawan yang berat. "Kita harus kerja semua, kalau kita hanya kerja separo pemain 9 atau 8 pemain sama aja percuma, saya ganti dengan yang mau kerja. Kalau dia tenaga baru dan di mau kerja maka saya pasang sehingga bola tidak mental dari tadi, nyatanya bagis kok," terangnya. Ia bersyukur bisa menang atas lawannya walau mereka punya pemain-pemain yang matang.



Kirim Komentar