Kampanye Berbudaya untuk Yogyakarta, Jangan Destruktif
JADWAL KAMPANYE TELAH DITETAPKAN OLEH KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA YOGYAKARTA beserta daerah lain tepat pada Kamis (26/2) siang, kecuali Gunung Kidul yang tergesa-gesa mengumumkan pada Selasa (17/2) lalu. Rahmat Muhajir Nugroho SH anggota KPU Kota Yogyakarta sebelum mengumumkan jadwal kampanye kepada wartawan, mengatakan bahwa kampanye berbudaya akan dilakukan beberapa hari sebelum memasuki hari H.
"Prakondisi tersebut akan kita gunakan sebagai waktu yang tepat untuk mengajak parpol (partai politik-red) bersama kami mengadakan acara bersama untuk memberikan apresiasi positif kepada masyarakat." Jadwal kampanye untuk Kota Yogyakarta akan diselenggarakan pada 11 Maret sampai 1 April 2004 dengan diselangi libur pada 21 Maret 2003 yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.
Kampanye berbudaya sendiri dilaksanakan pada Rabu (10/3) mendatang dengan melakukan start di Stadiun Kridosono dan akan melakukan rute memutar seluruh daerah pemilihan (dapel) yang berjumlah lima di Kota Yogyakarta. Kampanye bersama dengan parpol peserta pemilu, KPU Kota Yogyakarta, Pemkot Kopta Yogyakarta, Panwaslu hingga Jajaran Kejaksaan dan Poltabes Yogyakarta.
"Budaya yang ada di Kota Yogyakarta adalah budaya yang enak. Untuk kampanye itu tiap partai akan diwakili dengan 7500 personil, sedang untuk masing-masing parpol dibatasi 125 orang saja dan tidak menggunakan motor," lanjut salah satu anggota KPU Nasrullah SH. Kampanye bersama tersebut akan dilakukan dengan menggunakan kendaraan hias dan kemungkinan besar akan terdapat beberapa atraksi menarik yang ditampilkan oleh tiap partai untuk memikat calon pemilih mereka.
Ketua KPU Kota Yogyakarta Drs Miftachul Alfin MSHRM juga menambahkan, penyelenggaraan Pemilu mendatang tersebut adalah bentuk partisipasi bersama. "Kita akan lakukan karnaval bersama dengan mobil hias atau lebih bagus lagi pakai andong, hanya saja dana untuk itu dari masing-masing partai karena kami hanya bisa beri usul ide, kehabisan uang untuk sosialisasi kemarin," ungkap Nasrullah disambut tawa wakil parpol di Ruang Utama Balaikota Yogyakarta.
Nasrullah mengungkapkan bahwa melakukan pendidikan politik bagi para pengikut partai atau menjaring pemilih pontensial untuk masing-masing partai dianggap sah oleh KPU asal tidak berlebihan. "Sosialisasi di lingkungan masyarakat seperti pendidikan politik boleh-boleh saja asal tidak berlebihan," ucapnya. KPU pun merasa bangga terhadap parpol di Yogyakarta tidak ada yang mencuri start seperti di daerah-daerah lain. "Kita buat kampanye kita yang atraktif dan partisipatif," terangnya.
Jadwal kampanye itu sendiri dijelaskan Nasrullah bahwa dalam kampanye yang mendatang akan ada 3 hingga 4 parpol setiap harinya dengan memanfaatkan daerah pemilihan yang ada untuk meminimalisir konflik. Secara kongkrit, Nasrullah menambahkan nantinya partai-partai lama tidak akan digabung dalam kampanye di hari yang sama. Partai-partai lama seperti PDIP, Golkar, PAN, PKB, PPP dan PBB akan berkampanye di hari yang berbeda.



Kirim Komentar