Jogja Road To Peace Membuat Jogja Macet
"JOGJA ROAD TO PEACE BIKIN JOGJA MACET" pernyataan itulah yang katakan oleh Event Manager Laki Production Kherzal saat ditemui GudegNet di depan Gedung Wanitatama Yogyakarta sebagai perhentian terakhir rentetan "Jogja Road To Peace" yang merupakan pra-event "Road To Peace Slank And Naif" 2 Maret 2004 mendatang di Stadiun Mandala Krida Yogyakarta.
Kherzal sendiri mengungkapkan tidak menyiapkan keamanan khusus dalam pawai itu. "Memang kita sengaja membuat even ini untuk memacetkan Jogja," lanjutnya. Ia menambahkan, konvoi yang menelurusri jalan-jalan protokol di Yogyakata sejak pukul 13.00 WIB siang berhenti di 10 titik yang bagi Laki Production sebagai lokasi strategis untuk memacetkan lalu lintas yang sedang berjalan normal.
10 titik tersebut antara lain Parkiran Monjali, Depan LPP, Depan RS Bethesda, Jembatan Gondolayu, Depan Kedaulatan Rakyat, Depan Kantor Pos Besar, Depan Purawisata, Depan Univesitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Depan Bank Mandiri Jln Kaliurang dan terakhir di Depan Gedung Mandala Wanitatama Yogyakarta.
Selama menelurusi jalan tersebut, pengendara yang melintasi konvoi tersebut disajikan lagu Slank dan Naif secara bergantian oleh dua band bernama Line Band serta Coolkhas Band. "Penggunaan kedua band ini memang secara sengaja untuk memainkan kedua band yang akan tampil dua hari mendatang. Apalagi mereka dibawah manajemen kami dan sering melakukan show dalam even yang kami selenggarakan," ungkap Kherzal.
Kondisi saat berhenti selama beberapa menit dengan menyajikan lima lagu dalam tiap perhentian tenyata separuh ruas jalan macet hanya untuk memarkir pengendara untuk sekedar melihat apa yang sedang terjadi di seberang jalan. Konvoinya sendiri berada di sisi selatan Jln Laksda Adisucipto atau secara persis terjadi konsentrasi massa terpadat di selatan jalan masuk ke SMU De Britto Yogyakarta sehingga beberapa kali terjadi senggolan antar pengendara yang berhenti dengan yang hanya melewati jalan protokol tersebut.
Keramaian yang terjadi sepanjang jalan tersebut ternyata belum banyak yang mengetahuinya. Beberapa anak muda yang berhasil ditemui GudegNet mengungkapkan bahwa mereka berhenti bukan tahu karena ada acara semacam itu, namun lebih pada rasa penasaran saja. Pihak keamanan sendiri juga tidak membiarkan niat Laki Production untuk "memacetkan" jalan protokol karena tentunya akan mengganggu kepentingan pengguna lalu lintas secara luas.
Polisi pun juga berjaga-jaga di tengah ruas jalan untuk mengendalikan arus lalin sehingga tidak terjadi penumpukan atau kepadatan jalan karena para pengguna kendaraan roda dua malas untuk menepikan kendaraan mereka dan memilih untuk mengendarainya secara lambat dan terlihat pula berhenti di tengah-tengah padatnya arus kendaraan yang hilir-mudik.



Kirim Komentar