Tekstil Biboki “Monet Tok Tan’ni - Skill For Life” dalam Rumah Seni Cemeti

Oleh : Argo Jatmiko Mulyo / Senin, 00 0000 00:00

MASYARAKAT INDONESIA BAGIAN TIMUR, DENGAN TRADISI TENUN DAN KARYA TEKSTIL berjuang mengembangkan potensi ketrampilan yang dapat memberikan penghasilan ekonomi serta memajukan potensi pengembangan diri dan pelestarian pusaka berharga yang menjadi salah satu kebudayaan tenun di Indonesia. Maka terbentuklah tenun ikat-tenun ikat modern yang mempunyai ciri khas bermotif halus yang selalu diingat oleh penenunnya sebagai bagian sejarah perjuangan kebudayaan, itulah kain tenun ikat Biboki karya kaum wanita Biboki, Timor Barat dari generasi ke generasi yang tergabung dalam Yayasan Tafaen Pah (YTP).

Bersamaan dengan penghargaan yang diperoleh YTP dari Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Jakarta yaitu Prince Clause Award, dalam kesempatan kali ini Pusat Kebudayaan Belanda Karta Pustaka Yogyakarta bekerjasama dengan Rumah Seni Cemeti juga ikut menggelar pameran kain tenun Biboki modern dari YTP bertema "Monet Tok Tan`ni - Skill For Life" yang resmi dibuka Jumat (5/3) malam tadi oleh Direktur Karta Pustaka Anggi Minarni di Rumah Seni Cemeti, Jl. D. I Panjaitan No.40 Yogyakarta.

"Monet Tok Tan`ni- Skill For Life" menjadi tema yang sangat sesuai karena menggambarkan kegigihan masyarakat Biboki dalam menghadapi tantangan dengan memperlihatkan kain tenun modern asal Biboki yang dikerjakan dengan hasil tangan mereka

Selama 13 tahun lebih, Yayasan Tafaen Pah yang dipimpin oleh M. Yovita Meta berjuang untuk menjaga pelestarian dan pemeliharaan bentuk seni tradisional kain tenun Biboki. Dan kini perjuangan untuk mengangkat kemiskinan menjadi kemerdekaan telah dituai hasilnya oleh YTP pada khususnya dan masyarakat Biboki pada umumnya sehingga menjadikan kain tenun Biboki diakui dan dikukuhkan secara luas sebagai bentuk seni kontemporer.

Pameran yang cukup mendapat respon postif dari pengunjung ini, memamerkan berbagai motif kain tenun, baik klasik maupun kontemporer dengan warna-warna hangat. Selain itu "Tenu" yaitu alat tenun juga ikut dipajang di ruangan pameran. Saat ini 40 motif Biboki telah dihasilkan dengan berbagai kombinasi teknik tenun serta jalinan monte, dengan kemampuan teknik tenun itulah kaum wanita Biboki memperoleh tempat penting di dunia pembuatan tekstil di Asia Tenggara.

Perbedaan warna dalam kain Biboki menjadi ciri dari motif klasik dan motif kontemporer. Menurut Anggi Minarni, motif kontemporer dapat diketahui dengan melihat warna cerah yang dihasilkan dari bahan kimia dan tampak modifikasi dalam kain, sedangkan motif klasik warnanya cenderung warna alam tanpa modifikasi. Namun dalam pameran tersebut kebanyakan hanya memamerkan kain motif kontemporer saja, karena melihat kondisi kelembaban Yogyakarta yang sangat tinggi, sehingga tidak cocok untuk kain Biboki motif klasik yang pembuatannya dari bahan-bahan alam.

Disain motif istimewa dari kain Biboki yang berasal dari nenek moyang tersebut, saat ini tidak hanya dibuat untuk kebutuhan sehari-hari atau ritual saja, namun kain Biboki yang pembuatannya juga terinspirasi dari lingkungan alam tersebut juga telah meramaikan pasar tekstil luar negeri.

Berbagai pameran telah mereka gelar, berbagai penghargaan pula telah mereka dapat, sehingga menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi masyarakat Biboki. Dan ini tidak lepas dari dukungan dan kerja keras Yayasan Tafean Pah untuk menghidupkan kembali seni kain Biboki serta menaikkan status budaya, sosial dan ekonomi para pembuat kain tenun. Dalam sambutannya, Minarni mengharapkan, dengan pameran "Monet Tok Tan`ni - Skill For Life" yang akan digelar hingga 5 April ini dapat mendekatkan kita dengan masyarakat yang hidup di pulau-pulau ujung Timor Indonesia.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini