PSS Sleman Bungkam Persib Bandung 3-2

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

TAK MENGECEWAKAN PERMAINAN PSS SLEMAN di hadapan pendukungnya selama 2 x 45 menit tersebut. Dengan perlawanan Persib Bandung yang begitu ketat, PSS tetap mampu mencuri gol dan obsesi Pelatih PSS Sleman Daniel J Roekito mengambil poin penuh atas pertandingan kandang tercapai pula. Walau muncul kekecewaan tersendiri dari Daniel, namun ia cukup bangga atas prestasi yang ditunjukkan oleh anak-anaknya di Stadiun Tridadi Sleman Selasa (9/3) sore dalam putaran Kompetisi Divisi Utama (KDU) X 2003/2004.

Baru berjalan 15 menit, gawang PSS yang dijaga Joice Sorongan sudah dibombardir oleh Persib. Tangkapan Joice sempat dilewati oleh penyerang lawan namun penyelesaian akhirnya kurang fokus hingga melenceng ke samping dan membuat kesebelasan asal Bandung harus bersabar untuk mengambil satu gol di awal pertandingan. Serangan kedua yang dibangun dari lini tengah Persib Bandung akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-23 melalui A Colombo setelah tendangan keras Julio Lopez mampu ditangkis oleh Joice.

Melihat posisi lawan dengan 1-0, PSS tidak mau kalah hingga empat menit berikutnya pada menit ke-27 melalui kerjasama Bagong alias M Ansori dengan tendangan dari samping lapangan dan diakhiri dengan heading Seto Nurdiyanto membuat Cecep Supriatna kiper Persib Bandung keteteran. Dengan gol tersebut, maka PSS secara otomatis merubah keadaan seri 1-1 terhadap lawannya. Ujicoba menyarangkan bola ke gawang Persib kembali dilakukan oleh penyerang kesebelasan Slemania namun mampu dihalau oleh Cecep.

Kerjasama lini tengah dan penyerang PSS kembali menyumbangkan satu gol pada menit ke-39 melalui operan Wahyu Teguh kepada Seto ke arah gawang namum bola terpelintir. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh AA Feorera Dos Santos `Leke` dengan memberikan tendangan langsung setelah melihat bola pada posisi yang aman dengan longgarnya penjagaan dari pertahanan Persib Bandung. Pada menit ini pula, PSS mengungguli Persib Bandung satu gol menjadii 2-1 dan bertahan hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan oleh Wasit RA Mas Agus.

6 menit pertandingan babak kedua nampak berjalan lambat karena pertandingan babak sebelumnya menguras tenaga kedua tim. Namun pada menit ke-7, umpan silang Wahyu kepada Eko Budi Santoso mampu diselesaikan dan membuat selisih bola dengan lawan sebanyak 2 atau unggul menjadi 3-1.

Selama 20 menit selanjutnya terjadi reli-reli bola panjang yang memaksa kedua tim untuk menjaga jarak dan saling memperkuat barisan belakang karena saling membalas serangan. Kondisi jenuh ini mampu dipetik oleh Persib mengamati kondisi fisik PSS yang kian surut melalui gol kedua Colombo yang membuat gerak Joice terkunci dan tak berkutit melihat laju bola memasuki gawang penjagaannya sehingga kembali menambah angka bagi Persib menjadi 3-2.

Perolehan angka dengan selisih satu gol tersebut akhirnya bertahan hingga menit akhir babak kedua usai. Walau sempat terjadi miss-communitation di barisan belakang PSS, tapi mereka tetap fight. Akumulasi kartu kuning didapat oleh kedua tim secara sekaligus saat Wahyu Teguh dari PSS dengan Dadang Hidayat kapten Persib Bandung berebut bola hingga terjadi bola mati. Wasit asal Surabaya itu tak ayal untuk mengacungkan kartu kuning kepada kedua pemain pada saat yang bersamaan karena terjadi technical fault di atas rumput hijau.

Usai pertandingan, sempat terjadi keributan di tengah lapangan dari pihak Persib Bandung karena wasit dianggap tidak adil kepada kesebelasan asal Bandung karena tidak memberikan waktu tambahan kepada pihak lawan. Saling protes muncul dari para pemain Persib dengan coba mendekat dan protes atas keputusan wasit dengan meniupkan peluit akhir babak kedua. Protes-protes terus bermunculan, hingga pelatih Persib Bandung Juan Paez menolak untuk memberikan komenter kepada wartawan.

Pihak PSS yang diwakili oleh Daniel kepada wartawan mengungkapkan bahwa pada skor 3-1, anak-anaknya selalu main-main dan merupakan ancaman yang berbahaya bagi timnya. "Seperti yang dilakukan oleh Deca Dos Santos memainkan bola di tengah yang memancing lawan untuk menempel dan mengunci posisinya. Kalau kita unggul dengan selisih satu gol, mereka (Persib-red) memasukkan satu bola gak berbahaya," tukasnya. Daniel masih tetap mengomentari mengenai tergesa-gesanya dalam penyelesaian akhir di depan gawang lawan dan tidak seriusnya dalam bertanding.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini