Pentas Teater "Sayembara Cinta" Terinspirasi Dari Wayang Carangan

Oleh : Argo Jatmiko Mulyo / Senin, 00 0000 00:00

POLIGAMI SENANTIASA MENJADI HAL MENARIK untuk diperbincangkan oleh siapapun dalam berbagai kesempatan. Bahkan bukan rahasia lagi kalau poligami telah menjadi komoditas obrolan di warung-warung pinggir jalan. Namun lain halnya, apabila problematika poligami kemudian diangkat dalam bentuk pementasan teater. Apalagi pementasan tersebut mengadaptasi dari dongeng pewayangan yang otomatis merupakan kisah dari kakek dan nenek moyang kita.

"Sayembara Cinta" merupakan sebuah pementasan teater yang terinspirasi dari sebuah buku "Wayang Carangan" karya Ayib Rushadi yang terkenal di daerah Cirebon oleh Dalang Abror, yang dipentaskan oleh Komunitas Teater Oemoer Politeknik PPKP Yogyakara, malam tadi (9/3) pukul 20.00 WIB di gedung Societet Militer Taman Budaya Yogyakarta.

Pementasan yang dihadiri 300 orang lebih ini, menceritakan tentang salah satu tokoh pewayangan Pandawa, yaitu Arjuna. Tokoh yang diperankan oleh Bayu ini memiliki 999 istri, di antaranya adalah Sembodro (Rini). Alkisah, di negara Amarta sedang terjadi peperangan setelah ditinggalkan kesatrianya, yang disebabkan oleh Begawan Durna, yang tidak lain adalah paman Arjuna. Kemudian Sembodro bersama anaknya Abimanyu (Luthfi), mencari Arjuna hingga padepokan Rasamulya untuk kembali ke Amarta menyelamatkan negaranya.

Namun Arjuna menolak, karena ia tidak dapat meninggalkan istri barunya Rasaningrum. Untuk menggenapi menjadi 1000 istri akhirnya, Arjuna dipaksa berpoligami dengan wujud yang tidak nyata berupa lambang atau Arca. Kemudian Arjuna pun luruh hatinya melihat Sembodro dan Abimanyu ikut maju dalam peperangan, akhirnya ia kembali untuk menyelamatkan Amarta dari ulah Begawan Durna.

Dalam pentas "Sayembara Cinta" ini, sutradara Bagong Kirwanto ketika ditemui GudegNet, mengatakan bahwa pentas ini merupakan wujud relevan dari situasi negara saat ini, dan dengan pentas yang merupakan pertunjukan kedua yang disutradarainya setelah vaccum 2 tahun, mereka ingin berbicara namun dengan media lain yang dikonsep secara indah dan halus. Karena walau dibelenggu apapun kesenian tetap maju.

Dalam pementasan ini, Bagong ingin menampilkan pertunjukan yang berbeda dari pementasan teater lain yang hanya monoton dengan dialog, yang dibuktikan dengan penampilan kostum, setting panggung yang sederhana dan gerakan-gerakan atraktif, yang merupakan wujud dari egonya. Karena menurutnya dalam berkesenian dituntut satu pembaharuan-pembaharuan, dan pentas tersebut adalah bentuk pembaharuan itu.

Pentas malam itu merupakan produksi ke sebelas dari Teater Oemoer. Berawal dari penambahan bahwa seni bukanlah imajinasi belaka yang hanya ada pada si seniman namun memerlukan bentuk ekspresi, sehingga bisa disaksikan orang lain, maka pada bulan Maret 1999 munculah Komunitas Oemoer, yang telah memproduksi "Dongeng Oemoer Tentang Oemoer (1999), Dalam Sebuah Taman (2002), Lingkaran Hitam (2000), Ketika Tubuh (2001), Kampus Bisu (2001), I Am Flay (2001), Ada Apa Dengan Putri (2002), Kasarung (2002), Onani Puisi (2003), dan Sepenggal Mimpi (2003).

Pentas "Sayembara Cinta" ini, juga termasuk upaya membudayakan dan memberdayakan masyarakat melalui kesenian. Dengan kekayaan aspek kesenian (teater) yang ada, diharapkan dapat menjadi satu dunia pilihan bagi pemaknaan kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, kesenian (teater) dapat menjadi sentrum dari seluruh persoalan dan pencarian yang tidak ada habisnya dari semua pekerjaan seni, pada sebuah entitas bernama "manusia", yang nantinya akan bermuara pada satu lembaga yaitu masyarakat.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini