5 Seniman Yogya Pamerkan Poster di "MELBOURNEconnectionAsia"

Oleh : Aqidah / Senin, 00 0000 00:00

ALKISAH DI BENUA AUSTRALIA, TERSEBUTLAH SEBUAH KOTA MELBOURNE yang dipenuhi dengan poster-poster yang membawa isu-isu mutakhir seperti politik, SARS, hak asasi manusia, hak-hak perempuan dan kritik kepada hegemoni Barat sepanjang tahun 2003 lalu. Di kota dengan budaya multidimensional itu, poster dipandang dengan sebelah mata yang terpincing. Namun, kini poster beralih format menjadi suatu bentukan baru yang akhirnya mampu mengimbau secara manusiawi dengan penciptaan wacana yang menghasilkan literasi visual kawasan Australia yang tengah berhubungan dengan bangsa-bangsa di Asia.

Isu tentang poster ini dicermati oleh Maggie McCormick sebagai organizer untuk meyelenggarakan proyek poster Urban Art bertajuk "MELBOURNEconnectionASIA Posters" yang kini sedang berlangsung di Rumah Seni Cemeti, Jln. D. I Panjaitan No 41 Yogyakarta mulai 5 Maret lalu hingga 5 April 2004 mendatang. Pameran ini menampilkan poster karya Ag. Kus Widananto (Jompet), Bunga Jeruk, Samuel Indratma, Eko Nugroho, dan Marzuki

Di ruang-ruang publik seperti halte-halte dan telepon umum di Melbourne, poster 5 seniman Yogyakarta itu bersanding bersama poster para seniman dari Kuala Lumpur, Hanoi, Manila, dan Shanghai. Di Rumah Seni Cemeti, tanpa menghadirkan poster seniman dari negara lain, ke 5 poster seniman Yogyakarta itu digantung berjajar dengan ukuran sebesar pintu di ruang depan. Sayangnya pada pembukaan pameran, (5/03) yang lalu, tak satupun seniman pengisi pameran itu hadir karena kesibukan berkarya mereka di luar kota bahkan di luar negeri.

Gudegnet beruntung dapat menemui Samuel Indratma sepulang dari Jepang untuk pameran dengan tajuk yang lain. Sam bercerita tentang posternya di MelbourneconnectionAsia yang berjudul "Still Working in Java" yang mengusung karya dengan tipikal suasana lembur di kebudayaan kita. Suasana ruang kerja yang kumal, kumuh, semrawut dengan secangkir kopi, puntung-puntung rokok dalam asbak dan obat gosok sebagai teman kerja ketika deadline datang. Sam membawa image suasana itu ke ajang Melbourneconnectionasia ini sehingga masyarakat urban tetap mengingat nostalgia bekerja pada kebudayaan lain yang mungkin pernah dialami sebelumnya.

Lain halnya dengan Eko Nugroho yang memamerkan karya berjudul "Tiger Changes Direction". Karya yang dibuat tahun 2001 ini menunjukan simbol-simbol kekuasaan dari sebuah Mickey Mouse yang dimasukkan ke dalam mesin. Eko yang sangat menyukai mesin ini mendeskripsikan semual hal yang dimasukkan mesin ini akan berubah menjadi bentuk lain, hancur atau bisa juga tidak keluar dari mesin itu lagi termasuk Mickey Mouse yang ia sebut representatif sebuah negara.

Kelima seniman yang dipilih Mella Jaarsma sebagai kurator di Indonesia ini menurutnya masuk dalam kategori seniman yang sangat berinteraksi dengan publik. Tak diragukan lagi, seperti Eko Nugroho yang terkenal dengan komik photo copy-an Daging Tumbuh sangat melibatkan partisipasi publik sedangkan Samuel Indratma yang terkenal dengan Apotik Komik dan fenomenal dengan mural kota sangat terbuka terhadap apresiasi dan respon dari publik.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini