Midori Hirota Exhibition : "Fall-Fell-Find"
MIDORI HIROTA, PERUPA KONTEMPORER ASAL JEPANG YANG PERNAH TINGGAL DI BALI, berpameran hingga 2 April mendatang di Galeri Lembaga Indonesia Perancis Jalan Sagan No 3 Yogyakarta. Kebanyakan karyanya adalah karya seni instalasi yang sarat dengan dengan berbagai media. Kali ini ia pun menggunakan banyak media seperti semen putih, kayu, bulu, logam dan banyak lagi hingga menjadi satu kesatuan kisah.
“Saya rasa sepuluh tahun belakangan ini, saya terus menerus mengejar satu tema, yaitu Kissyo (dalam bahasa Jepang yang diterjemahkan berarti gejala kebahagiaan). Menetap di Bali selama delapan tahun mencari Kissyo. Pindah ke Yogyakarta dan ketika saya berpameran tunggal pertama kali di Jawa (Benda Art Space tahun 2000) tema Kissyo menjadi judul “Apa Jatuh Dari Sana” dan karya saya setelah itu semua berkaitan dengan tema itu.”
Untuk sebuah karya yang hampir memakan sepertiga bagian ruang dari Galeri LIP kali ini Midori memberinya judul “Fall-Feel-Find” sebagai sebuah jawaban dari pertanyaan “Apa Jatuh Dari Sana”. Warna putih nampak mendominasi seluruh ruangan apalagi dengan penghalang tembok yang berfungsi sebagai lemari pajangan. Nampaknya sebuah lemari pajangan itu bukan hanya mengisahkan kegunaannya sebagai media pajangan.
Lebih dari itu, media pajangan bisa juga mengungkapkan apa yang ada di benak pemiliknya untuk mengungkapkan apa yang digemari, dipikirkan, dirasakan, disadarinya. “Sama saja tidak jatuh (fall) kalau sya tidak merasakan. Saya merasakan (fell) ataupun menyadari (find) itu tergantung pada diri saya sendiri. Walau di dalam dunia yang sama, realita akan sangat berbeda tergantung dari yang saya rasakan atau saya sadari.”
Dalam ruang pamer LIP yang memanjang kebelakang, Midori mengunakan materi yang sangat biasa menurutnya, yaitu tembok batako sebagai pembatas untuk mengekspresikan kemungkinan dua sisi oposit dari satu dunia. “Itu biasa disebut dingin dan hangat, yin dan yang, luar dan dalam diri dan juga dua nyata dan tidak nyata, dua sisi oposit yang berada di satu lokasi sekaligus.” Mengintip apa isi tembok batako yang dibuat Midori memang lengkap juga. Walaupun kebanyakan patung semen putih berbentuk berbagai ekspresi wajah yang terdapat di sana namun ada pula benda-benda lain yang menjadi koleksinya. Kaset, beragam kaset yang ada didalamnya, contohnya saja Beatles (Abbey Road), The Best of The DOORS, Lenny Kravitz 5, Greenday Warning, Super Chadut, Ermi Kulit dan tak ketinggalan pula kaset Anugerah Dangdut.
Masih pada sisi yang sama, di bawahnya terdapat juga cetakan kunci masih dengan kuncinya di semen putih dan ada juga 3 boneka plastik kecil. Pada sisi lain merupakan tembok yang lebih besar, terdapat bulu-bulu angsa yang putih dalam jumlah banyak memenuhi satu kotak, satu set meja dan kursi seukuran boneka Barbie-pun ikut pula dipajang.



Kirim Komentar