Fenomena Ketidaknyamanan Belenggu Manusia dalam "Le Comedie"

Oleh : Argo Jatmiko Mulyo / Senin, 00 0000 00:00

KEANEHAN DAN KEJANGGALAN BERBAGAI HAL terus menerus muncul di sekitar kita yang semakin memberatkan mental dan pikiran ketika semua itu tidak pernah ada solusi. Semua mengambang. Absurd orang bilang. Lebih aneh dan janggal lagi ketika solusi terkadang didapatkan menggunakan jalan yang tidak masuk akal. Lebih tepatnya mistik. Inilah mistik yang akhirnya masuk dalam opsi alternatif penyelesaian masalah yang biasanya malahan memunculkan masalah baru.

R. Orsay Eugene bersama Body Art Company berusaha membaca tanda-tanda keanehan dan kejanggalan dalam setiap ulasan lembar kehidupan manusia yang absurd dengan menggelar sebuah pertunjukan teater yang sarat dengan ketegangan, ketidaknyamanan dan kesakitan dalam "Le Comedie" (Lelucon Idiot), Senin (29/03) malam pukul 20.00 WIB di Auditorium Teater ISI Yogyakarta, Jl Parangtritis Km 6,5. Pertunjukan "Lelucon Idiot" ini diangkat dari karya Samuel Beckett dari saduran bebas Victor C Mambor dan alih bahasa Pipit Maizier dengan tiga pemeran, yaitu Broto W, Rusmedi Agus dan Edi Mc Quman.

Berdurasi setengah jam, "Lelucon Idiot" cukup mendapat respon positif dari penonton yang memenuhi ruang audit. Setting sederhana dengan background hitam serta terdapat tiga kotak kubus berisi para tiga tokoh yang melakukan monolog bersama-sama dengan berbeda-beda waktu tersebut membawakan satu cerita tentang konspirasi.

Awalnya Beckett membuat pada saat ingin hijrah ke Perancis tahun 1942-1945 tepatnya pada saat perang dunia ke-II. Pengalaman tersebut ditorehkannya menjadi karya tulisan yang menguraikan bahwa saat-saat menunggu adalah saat yang miserable atau tidak menyenangkan bahkan menyakitkan. Sehingga Beckett menggunakan simbolisasi guci yang membelenggu manusia. Kemudian oleh Orsay, belenggu manusia tersebut diterjemahkan ke dalam zaman kini (2004) menjadi belenggu yang tidak se-feodal zaman aslinya dengan penggambaran guci menjadi toples bergambar bungkus kripik kentang Citatto dan Potato. Menurut Orsay, belenggu semakin lama semakin modern dan bervariatif, namun tetap saja itu adalah sebuah belenggu bagi eksistensi manusia.

Naskah drama satu babak dengan proses penggarapan yang membutuhkan waktu setengah tahun tersebut, dalam melakukan monolog tiga tokoh "Lelucon Idiot" masing-masing membawakan cerita yang sama namun dengan karakter berbeda-beda. Ada kalanya seperti berkaitan ketika salah satu tokoh menanyakan sesuatu, maka tokoh lainnya seperti menjawab. Namun jawaban ini bukanlah jawaban dari pertanyaan dari tokoh penanya, namun jawaban tersebut berasal dari monolog sebelumnya. Jadi tidak ada kaitannya dengan monolog-monolog tokoh lainnya.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini