Parade Band Alamanda "100 persen Anyar" Bentuk Kepedulian pada Band Yogyakarta
MUNGKIN TERLALU DINI MENYEBUT SERBUAN BAND-BAND YOGYAKARTA PADA INDUSTRI MUSIK seperti yang terjadi beberapa waktu terakhir ini, layaknya kiprah band-band Bandung di waktu lalu. Walau kita lihat begitu besar animo band asal kota Gudeg ini pada aktivitas teken kontrak dengan major label Jakarta; sejauh ini belum sebanding dengan sama banyaknya band Bandung yang sudah eksis. Begitu pun apabila kita lihat prestasi yang biasanya dihitung dari tingkat kelarisan sebuah album.
Namun gairah yang `meracuni` perkembangan musik di kota Yogyakarta, tampaknya perlahan namun pasti menggeliat dengan kualitas yang membaik. Perkembangan tersebut tentunya tidak lepas dari peran komunitas musik yang biasanya terkonsentrasi di studio latihan. Sebut saja Alamanda, merupakan komunitas musik paling besar di Yogyakarta yang telah menetaskan banyak grup band nasional seperti Sheila On7, Jikustik, Endank Soekamti, Shaggydog, TheRain, Mondayz, CC Line, Newdays, Kasumba dan lain sebagainya.
Studio musik yang dulu bernama Batas (1998), tampaknya makin marak dengan banyaknya band-band baru yang hampir setiap tahun ajaran baru menyerbu studio tersebut. Tentunya pihak Alamanda sendiri tidak diam begitu saja melihat mereka. Berbagai even digelar oleh studio ini. Sebut saja "Parade Band Alamanda 100% Anyar" yang digelar Sabtu (17/4) malam tadi pukul 19.30 Wib di Halaman Studio Musik Alamanda Jl Alamanda No. 17 Gejayan.
Parade band yang digelar atas kerjasama Alamanda dan Cah Jogja tersebut, terbuka bagi pelajar dan umum se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang diikuti oleh hampir 132 band. Ketika ditemui GudegNet di sela-sela acara, pimpinan Alamanda Musicorner, Hody Nurdiyanto mengatakan bahwa even ini merupakan bentuk kepedulian Alamanda dan Cah Jogja terhadap keberadaan band Jogja. Selain itu, even ini juga dalam rangka regenerasi, serta menjaring kawan-kawan baru untuk membantu jalan grup band-grup band baru tersebut ke jalur rekaman.
Parade yang dihadiri oleh ratusan penonton tersebut dimeriahkan oleh 10 grup band lolos seleksi dengan membawakan karya-karya mereka sendiri . Selain itu juga menampilkan bintang tamu seperti Carousel, Klaimber, Laba-laba dan Laquena. Menurut Hody, bintang tamu dalam parade ini memang sengaja menampilkan band yang belum nasional, karena secara konsep sesuai dengan tema regenerasi tadi, dan itu merupakan bukti regenerasi tersebut.
Keberadaan sebuah komunitas musik seperti Alamanda bagi grup band khususnya di kota Yogyakarta dirasa sangat membantu kualitas penampilan, karena mereka saat ini telah menyadari bahwa selain bermusik mereka juga harus peduli dengan kualitas audio, rancangan musik serta detail aransemen yang akan mereka `jual`.



Kirim Komentar