Persebaya Surabaya dan PSS Sleman Berakhir 1-1

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

SETELAH SEHARI SEBELUMNYA MASING-MASING TIM SESUMBAR MENGAMBIL ANGKA PENUH atas lawan tading di Stadiun Tridadi Sleman, ternyata Persebaya Surabaya hanya berhasil meraih draw atau seri atas PSS Sleman pada pertandingan Minggu (18/4) sore. Persebaya Surabaya yang baru saja ditahan imbang oleh kesebelasan tuan rumah Jakarta beberapa waktu lalu dan juga pertandingan hari ini memaksa mereka untuk pulang kandang dengan hanya mengantongi 2 poin selama pertandingan tandang.

Selama 90 menit pertandingan hanya tercipta dua gol, masing-masing satu gol. Untuk Persebaya disumbangkan oleh Rodrigo Gauna pada menit ke-35. Gol tersebut tercipta melalui tendangan langsung dalam kotak penalti yang merobek pertahanan PSS dan bersarang di kanan gawang kesebelasan Elang Jawa (Elja). Sebelum menyentuh jaring, Joice Sorongan sempat menyentuh bola, namun sayang masih terlalu lemah, sehingga para suporter Slemania tampak tak bergeming melihat pasukan sepakbolanya diganjal lawan asal Surabaya. Hingga babak pertama usai, nilai sementara masih berpihak pada Persebaya dengan 1-0.

Pada babak kedua, permainan di rumput hijau tampak lambat dan terkesan hanya saling menguras tenaga lawan. Tim kebanggaan suporter BONEK jarang menjemput bola dalam 20 menit pertandingan babak kedua, begitu pula serangan PSS Sleman hingga depan pertahanan lawan selalu kandas. Kejenuhan pertandingan ini akhirnya dapat dirubah sekaligus merubah posisi PSS Sleman sepadan dengan Persebaya menjadi 1-1 setelah Seto Nurdiyanto memberikan tendangan langsung. Gol Seto merupakan kerjasama dari Fajar Listiyantoro dengan umpan lambung dari lapangan sebelah kanan ke sisi kiri. Pemain bernomer punggung 55 ini tanggap dan tidak banyak melakukan kocekan bola, langsung menembakkan bola sehingga kiper Persebaya Hendro Kartiko tak berkutik dari tempatnya. Gol balasan dari PSS ini serempak membangunkan Slemania untuk memberikan yel-yel mereka kepada tim kebanggannya setelah berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-66.

Kartu kuning pertama, wasit Yandri dari Jakarta tak ayal memberikannya pada awal pertandingan menit ke-14 kepada Joice Sorongan, setelah melihat keributan antara kiper PSS dengan Kurniawan Dwi Yulianto striker Persebaya. Kartu tersebut menghias udara setelah melihat aksi heading Joice ke arah kepala Kurniawan dan sempat membuatnya tersungkur di depan gawang PSS. Kurniawan nampaknya membuat berang Joice karena beberapa kali membuat ulah di garis pertahanan PSS Sleman. Kartu kuning kedua diberikan kepada Ricardo Ramos dari Persebaya setelah mencoba menghentikan laju A A Feirera Dos Santos `Leke` di tengah lapangan dengan menarik tubuhnya pada menit ke-34. Walau selama pertandingan banyak pemain kedua kesebelasan yang harus ditandu keluar lapangan nampaknya Yandri tak begitu mudah merogoh kartu untuk dihadiahkan kepada para pemain.

Pelatih PSS Sleman, Daniel J Roekito tampak senang melihat kerja keras anak buahnya walau ditahan imbang. "Anak-anak sudah mengeluarkan kemampuan mereka yang maksimal dan itu sudah cukup buat saya apalagi di atas lapangan kemampuan pemain Persebaya jauh berbeda dengan anak-anak," tukasnya. Mengungkit mengenai kesempatan gol yang banyak diperoleh oleh PSS Sleman selama pertandingan, Roekito mengatakan bahwa bedanya pemain bintang dengan tidak dilihat dari kesempatannya yang mereka butuhkan untuk menciptakan gol. "Kalau pemain bintang ada satu kesempatan ya itu langsung jadi gol, tapi pemain lokal walau kesempatannya banyak belum tentu akan jadi gol. Bedanya di situ, tapi saya sudah bangga dengan kemampuan anak-anak," lanjutnya. Ketika ditanya mengenai kondisi lawan, Roekito hanya mengomentari bahwa mereka lemah di kerjasama tim dan kurang disiplin.

Bagi kubu Persebaya, Pelatih Jacken F T dan Manajer Persebaya H Saleh Mukadar mengatakan bahwa mereka terpaksa pulang ke Surabaya dengan dua poin dari dua pertandingan baik di Jakarta maupun di Yogyakarta. "Mungkin kondisi mereka masih terpengaruh oleh pertandingan sebelumnya dan terbawa hingga hari ini. Sebetulnya kami akan melakukan evaluasi di Yogyakarta tapi kami tunda dan dilakukan di Surabaya saja," tukas Jacksen.

Mukadar menambahkan, pihaknya telah memberikan semangat kepada tim untuk tetap bersemangat selama pertandingan. "Mereka bersemangat dan itu terlihat dari cara bermain mereka dan bagaimana menikmati pertandingan hingga usai," tukas Mukadar. Baik Mukadar, Jacksen maupun Roekito tak mengomentari sepak terjang wasit karena ia dan dua asisten wasit lainnya telah memperlihatkan sportivitas dan profesionalitasnya selama pertandingan berlangsung.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini