Ragam Aksi dan Kegiatan Bersama "Hari Bumi 2004"

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

SEMAKIN MENIPISNYA LAPISAN OZON DAN BERBAGAI MACAM GANGGUAN KESEHATAN yang menimpa makhluk yang ada di Bumi disebabkan oleh semakin parahnya kasus pencemaran lingkungan, secara khusus pencemaran udara. Isu pencemaran udara ini kemudian dijadikan tema sentral dalam rangkaian peringatan Hari Bumi 22 April dan juga digunakan sebagai bentuk stimulan untuk membangkitkan kesadaran manusia akan alamnya oleh Sekretariat Bersama Perhimpunan Pecinta Alam (Sekber PPA) DIY yang diwakili oleh Asep Setrajana dalam keterangan persnya yang mengatakan bahwa beberapa agenda akan direalisasikan panitia peringatan bersama Hari Bumi Sekber PPA Yogyakarta dari Rabu (21/4) hingga Kamis (22/4) mendatang.

"Ketika bumi kita sudah memprihatinkan, ketika para penghuni Bumi ini sudah acuh tak acuh dengan kondisi Bumi ini dan ketika permasalahan yang menyerang eksistensi Bumi beserta para penghuninya tidak pernah mendapatkan kepedulian apalagi sebuah tindakan antisipatif," tukas Asep. Ia melanjutkan, wacana isu pencemaran udara yang dipersiapkan bersama dalam Forum Ketua Pecinta Alam se-DIY akan dikongkritkan melalui beberapa kegiatan yang tentunya dengan sebuah "harapan" agar bangkitnya kesadaran penghuni ini terhadap kondisi Bumi yang sudah memprihatinkan.

Kegiatan ini sendiri telah menjadi suatu budaya yang merespon kerusakan lingkungan oleh ulah manusia dan menjadi peringatan Hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April. Secara beruntun dan pasti, ada waktu tersendiri bagi penghuni Bumi untuk merenungkan dan melakukan sesuatu yang bersifat menata ulang sebuah institusi sosial. Kemudian mengarah pada penjaminan kesetaraan, keseimbangan, efisiensi dan sama-sama menguntungkan dalam mengolah sumber daya alam baik dari segi manusia maupun alam itu sendiri.

"Mengapa kita harus pindah dari Bumi ini apalagi harus ke Mars. Kita belum tahu Mars itu di mana dan bagaimana bentuknya. Lagipula kehidupan kita di Bumi sudah sangat "enak" untuk dinikmati. Bahkan para penghuni Bumi lainnya juga tidak akan setuju jika kita mengharuskan mereka hidup di Mars, mereka tidak akan rela meninggalkan apa yang telah diinvenstasikan di Bumi ini," ungkapnya.

Komentar yang baru saja diungkapkan oleh Asep, baginya bukan hanya sekedar lontaran yang layak namun mengajak manusia dan pikirannya untuk memaknainya secara lebih cermat. "Pada dasarnya adalah untuk mengajak semua pihak untuk bertanggung jawab, memelihara dan menjaga kelanjutan untuk generasi berikutnya. Yang lebih penting lagi yaitu menghilangkan rasa serakah, kekerasan dan keinginan untuk menang dari orang lain," ucapnya.

Even yang diselenggarakan oleh Sekber PPA DIY tersebut menggelar berbagai kegiatan berupa diskusi lingkungan dan kajian umum program Langit Biru pada 21 April 2004 dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Bapedal DIY, Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) UGM dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Yogyakarta.

”Juga pada tanggal 22 April 2004 akan diadakan longmarch bersama mulai dari Bunderan UGM dan selesai di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Selama perjalana tersebut akan dilakukan berbagai kegiatan seperti pembagian masker, stiker, leaflet, happening art, pemasangan spanduk dan orasi lingkungan. Di Museum Benteng sendiri digelar pameran foto dengan tema pencemaran udara," tandasnya.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini