Menghangatkan Hubungan Jerman-Indonesia Lewat "Pekan Film Jerman"
PUSAT STUDI JERMAN UGM YOGYAKARTA KEMBALI BERAKTIVITAS DENGAN KEGIATAN "PEKAN FILM JERMAN", yang mulai digelar Senin (19/4) malam pukul 19.00 WIB di Auditorium Lakfip (Laboratorium Analisis Kimia dan Fisika) UGM Yogyakarta, yang terselenggara atas kerjasama Pusat Studi Jerman UGM Yogyakarta, Embassy of the Federal Republic of Germany Jakarta serta Goethe-Institut Jakarta.
Pekan Film Jerman tersebut merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan oleh Pusat Studi Jerman UGM Yogyakarta. Ketua Pusat Studi Jerman UGM, Agus Maryono dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Pekan Film Jerman ingin memperkenalkan budaya Jerman kepada mahasiswa UGM khususnya dan masyarakat luas pada umumnya serta mempererat hubungan kebudayaan Jerman dengan Indonesia. Pusat Studi Jerman itu sendiri tidak hanya untuk mahasiswa UGM atau mahasiswa jurusan Jerman saja, namun untuk semua lapisan masyarakat yang mempunyai dedikasi tinggi serta mempunyai ide-ide untuk pengembangan Pusat Studi Jerman.
Delapan film yang akan digelar hingga 24 April ini merupakan film-film terbaru Jerman yang diproduksi dari tahun 2001 hingga 2003. Film pertama adalah "Berlin is in Germany" (2001). Berkisah tentang residivis bernama Martin Schulz yang diperankan oleh Jorg Schuttauf, setelah 11 tahun menjalani tahanan dari penjara Braderburg karena pembunuhan yang dilakukannya pada tahun 1989. Pada masa itu, Jerman masih terbagi dua, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur. Martin menyewa kamar di sebuah hotel dan berusaha mencari pekerjaan. Kisah berjalan dengan apik ketika Martin bertemu dengan istrinya, Manvela (Julia Jager) dan anaknya yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Kemudian Martin bertemu dengan teman-teman lamanya, salah satu dari mereka menawarkan pekerjaan di sebuah toko seks.
Film "Berlin is in Germany" yang disutradari oleh Hannes Stohr tersebut, telah mendapatkan berbagai penghargaan seperti Audience Award Berlin 2001, Audience Award Schwerin 2001, Luna de Plata Valencia 2001, First Prize Studio Hamburg Young Directors` Competition 2001, Prix Special du Jury Poitiers, Special Jury Prize Annonay 2002, Best Main Actor by the German Association of Film Critics 2002.
Film-film yang dipilih dalam Pekan Film Jerman ini menurut salah satu panitia penyelenggara, Rical Andani, sengaja langsung didatangkan dari Jerman dalam format VHS/Video. Sehingga kebanyakan film-film tersebut masih menggunakan subtitle bahasa Inggris. Film lain yang akan diputar dalam Pekan Film Jerman tersebut diantaranya Grill Point, Mostly Martha, Nowhere in Africa, Anansi, Klassenfahrt, Bungalow dan Heart over Head.
Pekan film yang mendapat respon luar biasa dari penonton tersebut, menurut Wakil Rektor UGM Bidang Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat, Retno, diharapkan dapat memberikan banyak manfaat tidak hanya pada Pusat Studi, tapi juga masyarakat Yogyakarta. Selain itu juga mengharapkan adanya timbal balik antara Jerman dan Indonesia.
Dalam film-film ini kita tidak hanya melihat atau mempelajari tentang teknologi saja, namun juga mempelajari segi sosialnya, di mana dulu masyarakat Jerman terbagi menjadi dua bagian yang akhirnya mempunyai semangat untuk menjadi satu. Hal ini yang perlu diresapi oleh masyarakat Indonesia yang terbagi dalam beberapa pulau yang harus memiliki rasa persatuan yang tinggi untuk pantas disebut sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia.



Kirim Komentar