Perempuan Masa Kini Berkata Sisi Lain dari "Ibu Kita Kartini"

Oleh : Budi / Senin, 00 0000 00:00

Ibu kita Kartini putri sejati
Putri Indonesia harum namanya
Ibu kita Kartini pendekar bangsa
Pendekar kaumnya untuk merdeka
Wahai Ibu Kita Kartini,
putri yang mulia
Sungguh besar cita - citanya
bagi Indonesia.


Lagu Ibu Kita Kartini yang diciptakan oleh W.R. Supratman dan setiap tanggal 21 April selalu dinyanyikan oleh murid-murid sekolah atau para pegawai negeri kita, mendapat perhatian khusus bagi kaumnya dan biasanya dilakukan dengan upacara bendera di sekolah-sekolah atau lapangan dengan mengenakan pakaian adat. Kegiatan ini terus bergulir dari tahun ke tahun dan semakin banyak pula nilai yang diambil oleh tiap perempuan Indonesia, baik remaja maupun dewasa, dari sosok "Ibu Kita Kartini".

Secara khusus, GudegNet mewawancarai tiga orang perempuan yang berkiprah secara aktif pada bidang masing-masing, yaitu Eny Esita Kolopaking (Konsultan Pendidikan Anak), Lia Mustafa dan Kristiana Noviantari Caecillia (designer).

"Emansipasi bagi saya adalah menunjukkan kasih sayang kepada anak-anak, walaupun masih banyak kekurangan di sana-sini. Pembentukan etika-moral pada perempuan masih berada pada posisi yang lemah dan perlu mendapatkan perhatian khusus untuk maju agar timbul wacana ke depan dan meningkatkan moralitas perempuannnya," tukas Eny pemilik Sanggar Bakat Puspadanta di Bantul. Ia mengekspresikan, melalui sanggar tersebut, emansipasinya kepada anak-anak binaannya dalam pembentukan bakat yang mereka miliki. "Kasih sayang ini saya berikan kepada mereka yang membutuhkan dan sesuai dengan kemampuan yang saya miliki tentunya," ungkapnya.

Perempuan yang juga dipercaya sebagai konsultan di radio-radio swasta di Yogyakarta mengatakan bahwa solusinya diserahkan pada masing-masing pribadi. "Kita kembalikan ke diri dan jati diri yang kuat. Menunjukkan Kartini dengan Kartini versi kita, tentunya yang positif dan semakin membuat kita maju," tukasnya.

Bagi Lia, pemilik House of L`Mar menyoroti sisi lain dari diri Kartini berupa kegemaran menulis dan mempertahankan pakaian tradisional sampai akhir hayat. "Karena saya membina orang-orang yang sudah lanjut usia, selalu menceritakan tentang sejarah Kartini hingga pembaharuan yang ia buat. Terutama hobi menulis Kartini yang dikenal rajin mengirim surat kepada teman-temannya di luar negeri," tuturnya. Lia tidak pernah putus asa mengajak para orang tua lanjut usia untuk menulis sebab hobi tersebut tidak harus dimulai dari anak-anak. "Isi tulisannya dapat berupa kerinduan kepada anak dan membantu otak untuk terus beraktivitas. Bahkan ada yang ingin mengirimkan saya surat," ucapnya sambil tertawa ringan.

Menyinggung mengenai pakaian, Lia yang tetap konsisten sebagai orang Timur mengatakan bahwa bangsa Indonesia mempunyai pakaian tradisional yang bagus. "Kebaya sekarang sudah dimodifikasi sehingga bisa terus mengikuti perkembangan zaman. Tidak selalu berkutat pada penampilannya yang konvensional. Kita perlu pemikiran ke depan dan jangan selalu terbelenggu oleh ikatan-ikatan yang membuat kita sendiri tidak dapat beranjak dari tempat semula," tuturnya.

Untuk Christy, panggilan akrab Kristiana Noviantari Caecillia, yang menamakan perusahaannya Christy Style & Fashion Design tersebut merasa bersyukur dengan adanya Kartini. "Berkat Kartini saya bisa menjadi seorang designer," tegasnya. Menyinggung mengenai kehidupan berkeluarga, emansipasi digambarkan dengan tidak sepenuhnya tergantung pada suami sebab isteri sebagai wanita mandiri bisa bergerak sendiri dengan pendapatan yang ia dapatkan bahkan memenuhi kebutuhan keseharian seorang perempuan.

"Kalau untuk kecantikan, kita harus juga punya inner beauty, tidak hanya penampilan dari luar saja. Sedangkan pemakaian busana yang minim selama ini sering dilihat, bagi saya merupakan bentuk ekspresi mereka dalam mengagumi kencantikan yang mereka miliki. Kalau masalah mengundang pikiran negatif atau tidaknya, itu tergantung tiap orang," ujarnya. Secara detail, Christy yang sekarang concern pada desain yang feminim, memaknai Kartini sekarang dapat lebih menghargai diri sendiri dan percaya diri.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini