Refleksi Sejarah Bangsa dalam "Rupa PEMILU 2004"

Oleh : anton / Senin, 00 0000 00:00

PEMILU 2004 TAHAP PERTAMA TELAH USAI dan perhitungan suara untuk menentukan anggota legislatif pun hampir selesai dilakukan. Namun perhelatan akbar lima tahunan tersebut masih menyisakan suatu kenangan. Sebuah sejarah terukir sekali lagi bagi bangsa Indonesia, yakni pesta demokrasi dengan berbagai realita dan permasalahan di dalamnya yang pastilah terekam jelas dalam benak kita sepanjang masa. Bahwa bangsa Indonesia kembali mencoba peruntungannya untuk mendapatkan para pemimpin yang akan menuntunnya di masa-masa mendatang.

Tak ingin hanya sekedar merekamnya dalam benak saja, sebuah komunitas fotografi yang menamakan diri Fotografi Jurnalistik Klub (FJK) dari Fakultas Ilmu sosial dan Politik Universitas Atmajaya Yogyakarta mencoba merefleksikan kenyataan-kenyataan demokrasi tersebut lewat karya-karya foto jurnalistik yang kemudian dipamerkan di Bentara Budaya, Jl. Suroto 2 Kotabaru selama lima hari ini (23/4 s/d 27/4) dengan tajuk "Rupa Pemilu 2004".

"FJK coba menghadirkan suatu sejarah demokrasi yang dianggap sebagai momen penting bagi bangsa Indonesia yang diangkat dalam bahasa lensa," papar pendamping FJK, Agus Putranto dalam pengantarnya. Maksudnya adalah lewat 50-an foto yang dibidik selama kampanye dan Pemilu yang berlangsung hampir satu bulan lalu (11 Maret hingga awal April), FJK tidak hanya merekam sebuah sejarah namun juga membuat sejarah. "Minimal dalam lingkup sangat egois- mungkin sejarah bagi pemotretnya, yang itu pun sah saja oleh karena pemotret pastilah harus memaknai jiwa demokrasi itu sendiri ketika akan membidikkan lensa pada perhelatan Pemilu tersebut agar foto yang dihasilkan juga punya jiwa," jelasnya.

Hal senada diungkapkan V Gunadhi sebagai Ketua Umum FJK yang mengatakan bahwa gelar karya tersebut merupakan suatu bentuk apresiasi dan kepedulian mereka terhadap realitas yang terjadi dalam PEMILU 2004 sebagai pesta demokrasi bangsa ini. "Melalui gelar karya ini kami ingin memberikan gambaran kepada masyarakat luas, inilah segelintir rupa Pemilu 2004 dalam rekaman fotografi," paparnya.

Refleksi sejarah yang dramatis itu sendiri dapat dilihat dalam karya-karya foto mereka seperti "Cultural Approach" bidikan Oscar Siagaan yang menggambarkan kepiawaian para juru kampanye dalam meng-goal-kan calonnya dengan menggunakan budaya Jawa sebagai pendekatannya atau "Doa Untuk Bangsa" milik Daniel Novy H yang menggambarkan seorang tim sukses yang mendoakan calonnya lewat ritual doa yang dilakukannya dengan menggunakan hio di depan Tugu Jalan Sudirman.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini