Ajakan Membuang Sampah Yang Benar Lewat "Recycle Bin"
SAMPAH ADALAH SALAH SATU MASALAH LINGKUNGAN PERKOTAAN yang hingga saat ini belum dapat ditangani dengan baik di kota Gudeg ini. Dapat dilihat dari tersebarnya tumpukan-tumpukan sampah di sepanjang jalan umum yang sangat mengganggu kenyamanan banyak orang. Bahkan menurut data dari DKKP Kodya Yogyakarta, di tahun 2004 ini diperkirakan produksi sampah yang meliputi kota Yogyakarta, Sleman dan Bantul akan mencapai angka 3.484 meter kubik setiap harinya. Padahal pada tahun 1989 yang lalu baru mencapai 1.500 meter kubik/hari. Artinya dalam kurun waktu lima tahun tersebut kota Yogyakarta semakin kotor oleh gundukan-gundukan kotoran sampah (termasuk sampah visual) yang kian menumpuk.
Permasalahan tersebut diperparah dengan penanganan pemerintah yang tidak maksimal dalam pengaturan proses pelenyapan sampah. Belum lagi kesadaran yang sangat minim dari masyarakat kita untuk membuang sampah pada tempatnya. Mereka hanya menghujat pemerintah yang tidak becus menangani permasalahan tersebut, sementara mereka sendiri tidak pernah mau sadar betapa mereka juga menyebabkan kota ini semakin kotor. Alhasil, bukannya permasalahan tersebut dapat diatasi dengan baik, namun justru menjadi semakin memperparah keadaan yang ada. Dampak kesehatan yang timbul akibat dari menumpuknya sampah, seperti penyakit seperti diare, kolera, tifus atau penyakit kulit.
Kalau boleh jujur, hanya segelintir orang saja yang mau berkecimpung dengan menyingsing lengan baju pada tumpukan sampah tersebut. Sebut saja tukang-tukang sampah dan para pemulung yang mengumpulkan, mendayagunakan dan mendaur ulang sampah-sampah menjadi sesuatu yang berguna lagi. Mereka yang oleh orang-orang dianggap kotor oleh masyarakat kita adalah segelintir orang yang mau berdekatan dengan sampah.
Karena itulah untuk memberikan sedikit penghargaan pada orang-orang yang sangat berjasa pada kebersihan lingkungan kita, sebuah komunitas fotografi yang menamakan diri Atmajaya Photography Club (APC) dari Universitas Atmajaya Yogyakarta mencoba merekam perjalanan sampah sejak dari hasil produksi dan konsumsi manusia hingga sampah tersebut menjadi siap pakai dari hasil pendaur-ulangan sampah material yang ada ke dalam karya-karya foto yang selama seminggu ini (1-7 Mei) dipamerkan di Griya KR, Jl Mangkubumi 42 Yogyakarta dengan tajuk "Recycle Bin".
Sebanyak 46 foto essai yang menceritakan proses terciptanya sampah, tempat penampungan, distribusinya, tempat pembuangan akhir hingga orang-orang yang berkecimpung di dalamnya terekam jelas pada pameran tersebut. Misalnya saja foto tentang orang-orang yang sembarangan membuang sampah ketika makan di warung angkringan, para tukang sampah yang sedang mengangkut berton-ton sampah ke sebuah truk, para pemulung yang memilah-milah sampah untuk didaur ulang dan sebagainya. Ekspresi APC terhadap realitas kebersihan kota ini menjadi sebuah pesan untuk peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan bersama dengan mengubah kebiasaan membuang sampah.



Kirim Komentar