Surealisme Sirkus Performance "Non Nova Philippe Menard"

Oleh : Aqidah / Senin, 00 0000 00:00

HERBERT ZELTH DALAM "SIGHT, SOUND, & MOTION" mengatakan bahwa musik dapat membangkitkan berbagai perasaan khusus yang besar pada diri kita. Pencahayaan itu sendiri tak dapat membuat kita menangis atau tertawa, tetapi dapat memberikan indikasi tertentu pada diri kita apakah tontonan itu merefleksikan suatu kecerahan dan kegembiraan, semangat, kemisteriusan atau kesialan.

Tampak pada pertunjukan Sirkus Performance Kontemporer dari Perancis Non Nova Philippe Menard yang digelar di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta, Senin (17/05) malam, atas kerjasama Lembaga Indonesia Perancis dan Societet Taman Budaya Yogyakarta.

Setting panggung yang mirip apartemen, mencoba memanfaatkan properti pertunjukan seperti kursi balon, cermin cembung, vas bunga, dan awning kuning dan putih. Menard memulai sirkus ini dengan gerakan-gerakan balet dengan terus mempertahankan sebuah balon besar tetap terangkat di atas tubuhnya. Kemudian gerakan divariasikan dengan melempar dan menangkap secara cepat 4 bola karet sintetis yang berukuran lebih kecil.

Konsep teater modern yang ditawarkan dalam pertunjukan ini mengusung model One Man Show dengan multimedia sebagai penyeimbangnya. Pertunjukan ini seperti bercerita tentang impian seorang penari yang sedang berlatih menyempurnakan gerakan dalam kamarnya, sedangkan pada video multimedia digambarkan pikiran-pikiran si penari yang telah menari lebih sempurna. Timing yang ditunjukkan sangat bagus sehingga memberikan kesan performance dan multimedia sangat menyatu.

Iringan beberapa musik klasik pentatonis, diantaranya dari Bach berpadu dengan gaya gerakan yang komikal surealis. Surealisme mendasarkan pada keyakinan tentang realitas yang superior dari kebebasan asosiasi kita yang telah lama ditinggalkan, yang otomatis tanpa kontrol dari kesadaran kita. Perbedaan antara realita dan impian tercermin dan terwakili dari performance dan multimedia yang ditampilkan 1:1. Impian seorang penari yang berhasil itu ditunjukkan pula dalam gerakan-gerakan yang semakin lama semakin sempurna di akhir pertunjukan.

Petunjukan ini terbilang bersifat sangat entertain hingga penonton tak perlu berharap akan sebuah ending. Tepuk tangan penonton dalam gedung berkapasitas 300 orang itu tetap memenuhi ruang pertunjukan hingga saat pertunjukan berakhir. Sebelum bertolak ke Paris, diagendakan Menard akan pentas di Bandung dan Jakarta, setelah sebelumnya menari di kota Balikpapan dan Surabaya.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini