Setiap Pedagang Angkringan Terima Bantuan 300 Ribu
KONFLIK KEPENTINGAN PEDAGANG ANGKRINGAN DAN PEMERINTAH KOTA DI KAWASAN MALIOBORO terus dicarikan solusi terbaik, meski tidak semua pihak yang berkepentingan terpuaskan. Sebuah pertemuan, Sabtu (22/05), di rumah dinas Wali Kota Yogyakarta, Herry Zudianto, menjadi tanda dan itikad baik dari kedua belah pihak untuk bersama-sama mengembangkan kawasan Malioboro.
Sebenarnya, pertemuan Sabtu siang tersebut merupakan acara serah terima bantuan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Syukri Fadholi. Beberapa saat setelah acara dimulai pk 11.00 WIB, sempat terjadi ketegangan karena salah satu Pengurus Paguyuban Angkringan Malioboro Yogyakarta (PPMAY) mencoba mengungkit kembali tragedi yang menimpa mereka ketika Satpol PP menertibkan pedagang angkringan dan menganggap pembinaan tersebut bukan solusi. Walalupun demikian, para pedagang angkringan tetap akan mematuhi rencana pemerintah seperti halnya pedagang angkringan yang sudah ditata.
Ungkapan-ungkapan dengan nada ketidakpuasan tersebut praktis mendapatkan tanggapan yang senada dari Wali Kota dan wakilnya. Namun kondisi ini mencair ketika Gusti Bendoro Pangeran Harya (GBPH) H. Yudhaningrat (Gusti Yudha) selaku perwakilan Satpol PP DIY menjelaskan kondisi Satpol PP dengan uraian yang santai dan penuh banyolan.
"Untung yang di kota (satpol PP -red) sudah diansuransikan oleh Pak Wali dan Wawali, jadi yang di lapangan yo wis mati karepmu. Pokokmen seng wani, rumongso wis dibayar karo rakyat, " tukas Gusti Yudha disambut tawa hadirin yang datang pada saat itu. "Sakjane angele kui orang neng gubernure tapi neng dewan-ne," lanjutnya dan tawa hadirin kembali terdengar semakin meriah.
Pada kesempatan tersebut, Kapoltabes Yogyakarta Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Drs Condro Kirono MM berpesan kepada pedagang angkringan agar mereka yang selama ini terganggu dengan adanya preman segera melapor ke anggotanya yang ada di lapangan. Condro berusaha mengajak peran serta masyarakat dengan melihat aparat keamanan sebagai mitra yang sejajar.
Di akhir acara, Wali Kota dan Wakil Wali Kota secara simbolis menyerahkan bantuan finansial dari kantong pribadi sebesar Rp 300 ribu per orang kepada 59 pedagang angkringan. Dana tersebut sekedar untuk meringankan kondisi para pedagang yang sempat lama tidak berjualan karena berlarut-larutnya masalah ini. Sebelum acara diakhiri, salah satu perwakilan pedagang angkringan memohon agar Pemerintah Kota tetap membuka pintu dialog.



Kirim Komentar